Sesuatu yang Aneh dimasukkan ke Dalam Bekal Anak Ini Setiap Hari Oleh Pemilik Warung

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Ilustrasi warung penjual yang baik hati.
Ilustrasi warung penjual yang baik hati.

Kisah ini terjadi di China, namun tidak diketahui dibagian daerah mana tepatnya. Saat itu, tepat 20 tahun yang lalu. Seorang anak kecil mendatangi sebuah warung yang terdapat penjual pria berusia sekitar 30an. Anak kecil tersebut menunggu lama hingga semua pengunjung warung keluar barulah ia berani masuk dan menghadap pada penjual. Ia berkata pada penjual, “Saya ingin membeli sebungkus nasi putih, terima kasih!”

 




Penjual tersebut melirik istrinya yang berada di sebelahnya. Mereka mengerti bahwa anak kecil ini tidak memiliki lauk sama sekali, tapi tetap membungkus nasi putih banyak-banyak lalu memberikannya kepada dia.

 

Sambil membayar anak kecil itu berkata lagi, “apakah saya boleh minta tambah kuah dan diletakkan di atas nasi putih saya?” penjual tersebutpun tersenyum ramah dan berkata, “Tentu saja, silahkan, tidak usah bayar.”

 




Ketika ia mendengar penjual berkata bahwa kuah sayur itu gratis ia tampak senang dan memesan sebungkus nasi putih lagi. Penjual tersebut berkata, “Apakah sebungkus nasi tidak cukup? Kalau begitu aku tambahkan saja lagi porsi nasinya!”

 

Anak kecil tersebut menolaknya, “Oh Bukan! Saya berniat menjadikannya bekal untuk dibawa ke sekolah besok pagi. Penjual dan istrinya pun berpikir bahwa anak kecil ini pasti berasal dari keluarga yang kurang mampu serta hidup jauh dari keluarga demi menuntut ilmu, ia terlihat begitu hemat dan mandiri. Karena haru yang ia rasakan penjual ini pun membungkus sebungkus lagi nasi yang dipesan oleh anak tersebut, namun ia menambahkan sebutir telur dan satu sendok besar lauk daging. Ia menutup semua lauk itu dengan nasi putih agar sama sekali tidak terlihat.

 

Istri penjual itupun tidak mengerti dan menanyakan maksud dari perbuatan penjual tersebut. Penjual pun berbisik pada istrinya, “Jika anak kecil itu tahu bahwa saya menambahkan lauk di atas nasinya maka anak itu akan merasa kita sedang berbelas kasihan kepada dia, dan bisa saja secara tidak langsung harga dirinya akan terluka. Dengan begitu ia mungkin saja tidak akan datang kembali ke warung kita keesokan hari. Jikalau ia akhirnya pergi ke warung lain dan hanya makan nasi putih saja, dari mana ia mendapatkan gizi untuk belajar?”

 

Lalu bungkusan nasi tersebut ia berika pada anak kecil yang tidak mengetahui apa-apa tersebut. Namun ketika ia memegang nasinya ia merasakan nasi tersebut cukup berat dibanding bungkusan nasi sebelumnya, dia tampak melihat berulang kali ke arah penjual dan istrinya. Penjual tersebut berkata, “Semangat yah! Sampai jumpa besok!” dia melambai dan memberikan isyarat yang jelas agar anak itu datang lagi esok hari. Mata anak itupun berkaca-kaca.

 

Sejak saat itu, anak kecil tersebut hampir setiap hari kecuali hari minggu datang untuk membeli nasi ke warung penjual itu. Setiap hari pula penjual tersebut selalu menyembunyikan lauk rahasia ke dalam nasi bungkusnya. Peristiwa itu terus berulang hingga anak kecil itu dewasa dan lulus dari universitas. Sudah berlalu selama 20 tahun sejak terakhir kali pasangan penjual melihat anak kecil itu dan kini tak pernah melihatnnya lagi.

 

Pasangan itupun kini telah paruh baya. Suatu hari mereka mendapatkan surat pemberitahuan pembongkaran warung mereka. Dalam usia yang tak lagi muda, mereka tidak memiliki apa-apa lagi sebagai pemasukan dan biaya hidup. Mereka menangis setiap hari megningat nasib mereka.

 

Namun, beberapa minggu kemudian datang seorang tampan memakai jas rapi ke hadapan pasangan tersebut dan memperkenalkan dirinya bahwa ia wakil perusahaan XYZ.

 

“Apa Kabar, saya adalah wakil direktur perusahaan XYZ, direktur kami memberi perintah kepada saya untuk meminta anda mengelola kantin bawah gedung kantor kami, seluruh perlengkapan masak dan bahan-bahan telah disediakan anda hanya tinggal memerintah team koki dari kami untuk memasak. Keuntungan yang di dapat akan dibagi dua dengan perusahaan.”

 

Tentu saja pasangan ini terkejut dan senang bukan main. Namun kemudian dengan ragu-ragu bertanya, “Siapa direktur kalian hingga baik sekali kepada kami?”

 

“Kalian adalah penolong bagi direktur perusahaan kami, direktur kami suka sekali makan telur dan lauk daging masakan kalian. Saya hanya mengetahui itu saja untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan langsung nanti kepadanya”

 

Direktur perusahaan tersebut ternyata anak kecil 20 tahun lalu yang selalu membeli dua bungkus nasi untuk sat dimakan saat ini dan sebungkus lagi dijadikan bekal keesokan hari. Sekarang ia telah sukses dan ingin membalas budi pada pasangan penjual nasi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.