128 Ribu Guru di Sumut Butuh Dilatih

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Governance and Management Specialist USAID PRIORITAS RimbanantoMedan, Jelasberita.com Governance and Management Specialist USAID PRIORITAS Rimbananto menyebut, 128ribu guru SD dan SMP (72 persen dari total 178 ribu guru di Sumut) belum mendapat pelatihan Pakem/CTL dan MBS.

Lebih mengerucut, data USAID PRIORITAS di 15 kabupaten/kota di Sumut per Juni 2015, baru 13 ribu guru yang sudah dilatih. Yang belum sekitar 95 ribu guru (terdiri dari sekitar 65 ribuan guru SD dan 30 ribuan guru SMP). Mereka perlu diberi pelatihan Pakem/CTL dan MBS. “Celakanya, ada 18 kabupaten/kota lain di Sumut yang belum dilatih,” ujar Rimbananto lagi.







Meminjam data UKG senasional, 2012, rata-rata nilai UKG Sumut 46,4 atau rank 21, terpaut jauh dari Jambi dan Sulawesi Barat. Ini menunjukkan banyak sekali guru-guru kita perlu dilatih materi Pakem (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) dan CTL (Contextual Teaching Learning).

Namun, ada cara untuk mengakali persoalan ini. Rimbananto menyebut ada tiga potensi sumber dana yang bisa digunakan untuk membiaya pelatihan guru, yakni dana APBD (sebesar Rp 19 M), 7 persen Dana BOS (Rp 19 M) dan Dana TPP (Tunjangan Pengembangan Profesi) sebesar Rp 2,2 T.

Jika 5 persen saja dari dana TPP dipakai untuk pengembangan kompetensi guru tersedia dana Rp 113 M. Jika ditambah dana BOS Rp 19 M dan APBD Rp 19 M, totalnya  Rp 151 M. Jika 3 persen saja dari dana TPP sudah mencapai Rp 68 M. Ditambah dana APBD 19 M dan dana BOS 19 M, totalnya Rp 106 M.

Bahkan jika satu persen saja dana TPP dipakai untuk pengembangan keprofesian guru, tersedia dana Rp 22 M. Ditambah APBD 19 M dan dana BOS 19 M, total dana yang bisa dipakai Rp 61 M.




“Namun angka fantastis itu akan bernilai nol jika tak direalisasikan. Perlu ada political will pemerintah. Pengembangan keprofesian guru ini harus dipandang penting untuk direalisasikan. Kita bisa memanfaatkan potensi sumber dana yang ada,” bebernya.

Rimba menyebut, biaya untuk pelatihan guru dalam tiga modul tuntas tidak terlalu mahal. Berkaca pada format pelatihan yang diterapkan Binjai, satu guru hanya membutuhkan biaya Rp 710 ribu untuk tiga modul selama tiga hari. Format anggaran ini fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan kabupaten/kota. Perhitungan Suwardi dari Dinas Pendidikan Sumut juga hanya mencapai kisaran Rp 1,1 juta per guru. Format biaya ini memang masih kasar tapi bisa dipertimbangkan.

Sumber Lain

Selain memanfaatkan tiga potensi sumber dana itu, terang Rimbananto, masih ada sumber dana lain, yakni penghematan dari hasil PPG (penataan dan pemerataan guru).

Jika rekrutmen guru bisa dipangkas dan PPG diterapkan, negara bisa berhemat Rp 246 triliun (dalam rentang 10 tahun). Data USAID PRIORITAS menyebut, semenjak menerapkan PPG di 50 Kabupaten/kota se-Indonesia, negara telah berhemat Rp 7,6 triliun.

Rektor Unimed Prof. Dr Syawal Gultom, MPd menyebut, perlu niat dan kemauan pemerintah daerah dalam menyambut rencana PKB (pengembangan keprofesian berkelanjutan) ini. Jika pemerintah daerah serius, peningkatan mutu pendidikan akan terlaksana lebih baik. “Saya melihat ada niatan baik di sini. Rohnya peningkatan mutu dan kerjasama itu mulai terasa,” pungkasnya. (Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.