Ingat! Jangan Tiru Perbuatan Pendaki Ini

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  






Septian Anggara Putra, pendaki yang memasang bendera di tiang penyangga kamera CCTV pengawas aktivitas Gunung Merapi.

 

Perbuatan mahasiswa yang mengaku pecinta alam ini sungguh sangat tidak pantas ditiru, ia dengan sengaja memasang bendera  di tiang penyangga kamera pengintai kawah Gunung Merapi.




 

Seorang pendaki asal Tuntang, Kabupaten Semarang bernama Septian Anggara Putra (20), dengan sengaja memasang bendera di depan kamera CCTV yang berfungsi sebagai pengawas kawah di puncak gunung Merapi. Akibat perbuatannya tersebut pihak pengawas gunung Merapi mengalami kerugian sebab tidak bisa mengawasi aktivitas dari gunung yang masih aktif tersebut.

 

Foto yang diunggah Septian ke akun sosial media miliknya.
Foto yang diunggah Septian ke akun sosial media miliknya.

 




I gusti Made Agung Nandaka selaku ketua BPPTKG DIY mengatakan, bendera yang dipasang oleh pendaki tersebut cukup memberikan bahaya. Karena bendera yang dipasangnya menghalangi pandangan kamera CCTV yang difungsikan sebagai kamera pengawas aktivitas dari gunung Merapi.

 

Mereka juga telah melanggar peringatan yang telah dihimbau melalui pengawas maupun papan himbau untuk tidak mendaki sampai ke puncak. Karena berada di dekat kawah dapat membahayakan diri sendiri apalagi posisi tiang pemantau yang dipasangi bendera oleh si pendaki.

 

Karena perbuatan yang merugikan tersebut, akhirnya Septian dan empat teman pendaki lainnya dipanggil untuk menghadap ke Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY, untuk dimintai penjelasan.

 

Septian dan rekannya menaggapi dengan penuh rasa penyesalan dan meminta maaf pada semua pihak yang telah mereka rugikan atas perbuatan tersebut.  Nandaka mengaku sudah memberikan maaf pada para pendaki tersebut.

 

Walau telah merugikan banyak pihak namun Nandaka mengatakan tidak akan memperpanjang permasalahan ini hingga ke pihak yang berwajib. “Kita sudah memberikan maaf, dan pembelajaran untuk pendaki lainnya,” tegasnya.

 

Nandaka juga memberikan himbauan bahwa sebagai pendaki gunung hendaknya tidak mengganggu hal-hal yang seharusnya tidak diganggu karena sebenarnya ada resiko yang telah menunggu sebagai akibat dari perbuatan yang tidak pantas itu.

 

“perbuatan Septian dan rekan-rekan itu mengganggu pemantauan aktivitas gunung, jika pemantauan terganggu, bisa membahayakan masyarakat umum,” kata Nandaka.

 

Walau Nandaka sudah memberikan maaf, namun tidak dengan relawan gunung Merapi yang turut menyaksikan Septian dan rekan-rekan menghadap. Para relawan sangat marah dan merasa tidak puas atas hasil yang diberikan oleh Nandaka, sebagai bentuk kekesalan mereka, Septian dan rekan pendaki lainnya disuruh jalan jongkok dari pintu kantor BPPTKG DIY hingga lapangan parkir.

 

Namun disayangkan ternyata tidak berhenti begitu saja. Saat Septian sedang jalan jongkok, ada salah satu oknum relawan yang menendang punggung Septian hingga ia jatuh tersungkur. Melihat ada aksi tersebut oknum relawan yang menendang segera ditarik dan diamankan.

Septian Anggara Putra, pendaki yang memasang bendera di tiang penyangga kamera CCTV pengawas aktivitas GUnung Merapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.