Panit I Reskrim Polsek Medan Area Ditikam

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Panit I Reskrim Polsek Medan Area Ditikam

Medan, jelasberita.com | Telapak tangan Perwira Unit (Panit) I Reskrim Polsek Medan Area, Ipda Joni Roy Aritonang terluka akibat ditusuk seorang juru parkir (Jukir) liar yang berinisial SS (32) warga Jalan Medan Batang Kuis, Deli Serdang, Senin (9/11).







Menurut keterangan korban, penusukan itu terjadi ketika ia berusaha membela anaknya, Tomy Alexander (20) yang diancam oleh tersangka usai bermain internet di ‘Laba-laba Net,’ Simpang Unimed, Jalan Williem Iskander, Medan.

Pagi itu, Tomy Alexander sedang seluncur internet di warnet Laba-laba. Usai berseluncur, Tomy berencana pulang ke rumahnya. Ketika mendekati kendaraannya yang terparkir di depan warnet, korban dihampiri  tersangka meminta uang parkir.

Merasa dikibuli karena awalnya tak ada tukang parkir sewaktu memarkirkan kendaraannya, korban pun enggan memberikan uang. Ternyata, sikap korban, membuat tersangka emosi. Geram, pelaku lantas mengeluarkan gunting dari saku celananya dan mengancam akan menikam Tomi.

Tomi ketakutan karena saat itu teman tersangka muncul juga sembari membawa senjata tajam. Tomi kembali masuk ke dalam warnet. Tomi menelepon ayahnya, Joni Roy Aritonang. Mendengar keluhan anaknya, Joni yang merupakan Panit I Polsek Medan Area, lantas turun ke lokasi. “Awalnya, anak saya yang diancamnya. Sewaktu diterangkan anak saya, saya langsung ke TKP,” katanya.




Saat di warnet, mantan Kanit Reskrim Polsek Kutalim Baru itu langsung bertemu anaknya dan tersangka. Sang Panit lalu menanyakan perihal pengancaman dan identitas jukir kepada tersangka. Namun, tersangka malah melawan dan kembali mengancam Joni. Walau sudah memberitahui kalau ia polisi, tersangka tetap ngotot dan kembai mengeluarkan gunting yang digunakannya untuk mengancam Tomi.

Duel pun tak terelakkan. Tersangka spontan mengarahkan gunting tersebut ke arah korban. Joni menepisnya. Namun gunting menancap ke lengan kiri Joni.

Bahkan, rekan-rekan tersangka ingin mengeroyok korban yang sudah mengaku polisi. Korban pun langsung menghubungi Polsek Percut Seituan. Tak lama, personil Reskrim Polsek Percut datang dan mengamankan tersangka. Selanjutnya tersangka digelandang ke kantor Polsek Percut Sei Tuan guna penyelidikan lebih lanjut.

“Di TKP, saya mau mengamankan pelakunya. Rupanya dia mengeluarkan gunting dan mau menikam saya. Saya tangkis, makanya tangan saya yang kena luka tikam. Teman pelaku juga banyak di situ dan saya sempat mau dikeroyok. Baru saya panggil anggota Polsek Percut dan mengamankannya,” ungkap Ipda Joni Aritonang.

Menurut pengakuan warga sekitar, pelaku juga sering memeras calon korbannya dengan modus senggolan kepada calon korbannya menggunakan handphone rusak. Saat terjadi senggolan itulah, pelaku menjatuhkan handphonenya yang sudah rusak dengan sengaja. Berharap korban menggantinya.

SS sendiri mengaku kesal dengan Tomi, lantaran tak mau memberikan uang parkir. Sedangkan gunting yang digunakan menikam Joni, diakuinya baru dibawa untuk memangkas rambut. “Soalnya anak bapak itu (Tomi) gak mau bayar uang parkir,” katanya.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Lesmana Zendrato, membenarkan perihal diamankannya tersangka atas kasus jukir liar yang menikam anggota polisi. “Tersangka sudah kami amankan dan masih dalam proses pengembangan. Terkait aksi pemerasan dan premanisme, masih kami dalami,” pungkasnya. (Dewa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.