Menggandrungi Robotik di Sekolah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Menggandrungi Robotik di Sekolah




Medan, Jelasberita.com | Kecintaan pada dunia robot sejak kecil akhirnya mengantarkan tim Ferdinan Hartono (13), Joe Nicholas Tandano (12), Braja Labdajaya Mesiasono (12) mengungguli tim lainnya dalam kompetisi rancang robot yang digelar SMP Bangun Insan Mandiri, Jalan Bambu II, Medan, Jumat (6/11).




Ketiga remaja tersebut mengaku sangat senang karena kreativitas mereka tergali dan tertuang dalam rancang bangun robot kaki enam dan robot kantung semar, yang mendepak karya tim lainnya. “Senangnya karena selama empat bulan ini kami bekerja secara tim. Bernalar. Bikin program. Belajar fokus dan kalkulasi waktu, bagaimana supaya robotnya bisa jalan dan stop,” ujar Joe Nicholas Tandano.

Braja Labdajaya Mesiasono
menambahkan, ia jatuh cinta pada robot sejak kecil dan bercita-cita menciptakan mobil jenis baru. “Belajar robot ini asyik. Saya harus putar otak. Saya seakan dipaksa harus menguasai teknologi. Tapi baguslah buatku,” terangnya.

Sementara Ferdinan Hartono menambahkan, poin menarik dari belajar robotik adalah bagaimana membangun kerjasama dengan tim, memadukan ide dan tetap fokus pada rencana yang sudah disepakati.




Kompetisi rancang robot ini, kata John Martin Sinaga, Ketua Panitia Acara, terselenggara dalam program Second Premier Week, yang diperuntukkan menjaring kreativitas siswa serta ketangguhan mereka bekerjasama dengan tim.

Instruktur Robotik dari Robota Robotic School, M Amir Sodik dan Fachrurrozi menyebut, anak-anak sepasti Joe, Braja dan Ferdinan yang cinta dunia robot perlu difasilitasi. Anak-anak seusia mereka sedang bertumbuh ide-ide liar, imajinasi dan kreativitasnya. Dan dunia robot butuh ide liar, imajinasi dan kreativitas. “Kami ingin menampilkan bagaimana merancang robot sesederhana mungkin dan menyenangkan. Anggapan orang bikin robot itu selalu sulit, kini kami patahkan. Anak-anak juga bisa kok,” ujar Amir.

Fachururrozi menambahkan, ia dan Amir mengolaborasi pelajaran matematika, bahasa pemograman dengan sains.  “Yang utama didapat anak dari belajar bikin robot ini adalah bagaimana berlogika, mendesain, fokus dan kesabaran,” terangnya.

Menyikapi kreativitas anak-anaknya, Kepala Sekolah tersebut, Roy Gunawan Edwin Tampubolon mengatakan Robotik merupakan bagian dari mata pelajaran, bukan ekstrakurikuler. Tapi masuk dalam penilaian, kurikulum dan ujian serta dikolaborasikan dengan matematika dan sains. Itu dilakukan supaya anak-anak bisa mengenal teknologi secara dini, pemograman dan desain, sehingga ke depan mampu menguasai dan mencipta teknologi.

Anak-anak mereka ajari belajar berbasis riset dan sains sejak dini sebagai bekalnya di masa depan. “Karena itu guru harus mempunyai kemampuan lebih agar bisa mendorong serta menggali kreativitas siswa. Kami menyiapkan dua guru robotik, satu guru bahasa pemograman untuk kelas robotik,” pungkasnya. (Dewa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.