Peternak Khawatir Harga Anak Ayam Broiler Naik

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Jpeg


 




Jakarta, Jelasberita.com | Pemangkasan 6 juta ekor bibit ayam (Parent Stock) dinilai dapat berimbas kepada naiknya harga anak ayam umur sehari. Kondisi itu dikhawatirkan menambah permasalahan baru bagi peternak rakyat.

“Apakah 6 juta ekor itu berhasil dilakukan pemangkasan sampai akhir tahun ini masih menjadi pertanyaan besar. Jika tidak berhasil maka terjadi “bencana” baru terhadap peternak yaitu peningkatan harga DOC di atas seratus persen,” ujar Tri Hardiyanto, dalam dialog nasional dan pelantikan pengurus baru Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) 2015-2020, di Bogor, Kamis (6/11).




Seperti diberitakan sebelumnya, 13 perusahaan sepakat melakukan afkir dini 6 juta ekor PS broiler sampai akhir tahun ini. Pengafkiran dilakukan untuk menaikkan harga ayam hidup di tingkat peternak yang sempat anjlok di bawah harga pokok produksi. Kebijakan tersebut dinilai berhasil lantaran harga broiler di Jawa Barat per tanggal 5 November 2015 mencapai Rp18.000 – Rp 19.000.

Sementar itu, Ketua Umum GOPAN Harry Darmawan menyampaikan kegetirannya. Ia khawatir perusahaan yang melakukan afkir dini tidak jujur jika tidak diawasi. “Perusahaan A bilang sudah afkir 1 juta ekor ternyata cuma 400 ribu ekor. Peternak tidak punya mekanisme mengawasi itu,” katanya.




Menanggapi hal itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Muladno berjanji akan membuat standar operasional prosedural (SOP) pengawasan. “Yang mengawasi afkir dini berasal dari unsur perusahaan, pemerintah, dan perguruan tinggi,” jelasnya. Untuk melakukan afkir dini 2 juta ekor memakan waktu selama dua hari. Ini cukup menyulitkan lantaran harus ditongkrongi. Namun, Muladno berjanji pihaknya berusaha menjaga kepercayaan peternak.

Terkait pemotongan sebanyak 6 juta ekor, peternak mempertanyakan parameter atas pemotongan 6 juta ekor PS. “Apakah benar  afkir dini 6 juta ekor sudah sesuai dengan kebutuhan dalam negeri. Kenapa tidak 4 juta ekor atau 8 juta ekor?” tanya Harry. Ia khawatir kalau perhitungan itu keliru bisa berimbas kepada naiknya harga anak ayam umur sehari (DOC). Jangan sampai, lanjut Harry, afkir dini dijadikan alasan oleh perusahaan untuk menaikkan harga DOC.

Muladno telah meminta kepada enam perusahaan yang impor bibit ayam great parent stock (GPS) untuk membahas pengafkiran. “Enam perusahan tersebut adalah PT Charoen Pokhpand Indonesia, PT Japfa Comfeed Indonesia, PT Wonokoyo Jaya Corp, PT Hybro Indonesia, dan CV Missouri,” pungkas Muladno (Roni).

Leave a Reply

Your email address will not be published.