Kaum Muda Menggantang Jerebu

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Kaum Muda Menggantang Jerebu




Oleh: Dedy Hutajulu




“Daripada mengeluh dan mencela pembakar hutan atau hanya mengasihani mending ikut bergerak melakukan sesuatu yang bermanfaat,” tulis Nurasiah Jamil, via WhatsApp (WA), dalam sebuah obrolan tentang jerebu.

Nurasiah, yang akrab disapa Teh Aas, remuk hati melihat penderitaan para warga di Pulau Kalimantan dan Sumatera yang terpapar asap kebakaran hutan. Namun ia tak cuma bersedih. Ia bersama sahabatnya di RCK (Rumah Cita Kita), berusaha ikut berpartisipasi menggantang asap. Bersama tim mereka melacak informasi akurat seputar kondisi udara di daerah kebakaran hutan dan daerah lain yang kena imbasnya. Di saat bersamaan mereka menggalang dana dari banyak pihak untuk membeli masker guna dikirim ke para korban asap.

Mereka bekerja sebagai tim yang solid. Bekerja gigih dan mengandalkan kekuatan jaringan dan pertemanan. Dan hasilnya, dalam waktu singkat mereka mampu mengumpulkan dana yang cukup untuk melakukan sesuatu yang baik.




Total donasi per 10 Oktober 2015 terkumpul Rp. 8.497.000. Sebelymnya 880 masker N95 Tipe 3M 8210 telah dikirim dan distribusikan ke Sumatra dan Kalimantan. Masker N95 gelombang 1 dikirim langsung pada 9 Oktober 2015. Sedikitnya 400 masker dikirim ke Riau dan didistribusikan langsung oleh @_itsmine_, Duta RCK di sana.

Masker N95 gelombang 2 dikirim pada 10 Oktober 2015. Sebanyak 480 masker N95 dikirim ke Kalimantan Tengah langsung diminitir Duta RCK, Yuni Sahafisa.

Itu gelombang 1, mulai tgl 30 September. Lalu RCK diundang komunitas Indovidgram kerjasama mulai dari tgl 19-31 Oktober blast sosial media yang cukup signifikan. Banyak sekali beberapa perusahaan yg akan memberikan hasil penjualannya melalui rumah cita kita untuk didonasikan.

RCK berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan komunitas ini sebagai perpanjangan tanga untuk menyalurkan bantuan kepada para korban asap.

RCK percaya, ada banyak sekali orang dermawan di negeri ini. Dan yang diperlukan adalah komunitas yang bisa menyambungkan antara orang yang butuh bantuan dengan para dermawan. Nah RCK mencoba menjembatani peran ini dengan baik.

Rumah Cita Kita merupakan sebuah komunitas independen yang diawaki anak muda, khususnya mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia. Komunitas ini memilih bergerak di bidang sosial dan promosi kesehatan untuk mewujudkan Indonesia sehat.

Sesuai mimpinya, “mewujudkan Indonesia sehat,” RCK respek terhadap isu asap. RCK sadar betul betapa negeri ini belum mampu menggaransi akses terhadap udara sebagai hak dasar setiap warga negara, sepasti sulitnya mendapatkan air bersih di sejumlah daerah.

Namun sebagai intelektual muda sekaligus insan arif, para awak RCK memilih menyalakan lilin ketimbang mengeluhkan kegelapan. “Kami ingin bisa berbuat sesuatu yang bisa meringankan beban saudara kami, sebangsa dan setanah air yang dikepung asap,” ungkapnya.

RCK sampai saat ini masih menunggu terus uluran bantuan siapa pun melalui transfer ke Bank Mandiri No. Rek.108 0005704 045 a.n. Rory Pratiwi. “Semakin banyak donasi terkumpul, semakin banyak sauara kita yang terbantu,”  pungkasnya.

Aktivitas komunitas ini bisa dilacak di instagram @rumahcitakita.rck. Mereka mengibarkan benderanya dengan tagline : “We Care, We Share, We Inspire, We Empower.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.