Korban dan Pelaku, Kurang Pengawasan Orangtua

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




tersangka cabul

Medan, Jelasberita.com | Setelah digerebek warga karena diduga telah mencabuli Rini (15), bukan nama sebenarnya, warga Jalan Setiajadi, Kecamatan Medan Timur, polisi akhirnya menetapkan MIS (17) sebagai tersangka dan telah ditahan di ruang tahanan sementara Polsek Percut Sei Tuan. Bahkan, polisi telah memanggil orangtua kedua belah pihak, guna melengkapi proses pemeriksaan dan penyelidikan, Jumat (30/10).







Dari pemeriksaan keluarga korban, terdapat kurangnya perhatian terhadap Rini semenjak  ayah ibunya cerai. Rini memilih tinggal dengan ibunya. Baik ibu maupun ayahnya kandungnya sibuk dengan pasangan mereka masing-masing, pasca cerai sehingga korban terabaikan dan putus bersekolah.

“Bapak juga harus memperhatikan anak bapak ini. Soalnya dari pemeriksaan, anak bapak ini, sangat kurang perhatian baik dari keluarganya serta pendidikannya,” kata penyidik PPA Polsek Percut Sei Tuan, Aiptu Lisnawati kepada ayah korban, Topan (38) warga Jalan Perjuangan/Pancing saat diperiksa.

Dihadapan penyidik dan sejumlah wartawan, ayah korban hanya bisa mengamini penjelasan dari polisi. Ia terdiam di kursinya di ruang penyidik.

Hal serupa juga dialami tersangka MIS (17) warga Jalan Sehati, kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan. Pria lajang yang juga masih tergolong dibawah umur ini memiliki latar belakang tak pernah sekolah. Bahkan setelah beranjak dewasa sampai saat ini, tersangka juga mengaku belum bekerja.




Fakta ini dibenarkan Kanit Polsek Percut Seituan, AKP Luhut Sihombing, yang mengaku kedua belah pihak, sama-sama kurang perhatian orangtua. Pendidikan keduanya juga terbengkalai. “Baik dari korban dan pelaku, sama-sama dari keluarga yang terbilang kurang memperhatikan anaknya. Ditambah lagi pergaulan si anak terlalu bebas. Disitukan kurangnya pendidikan agama maupun pendidikan lain,” sebut Luhut.

Disinggung mengenai hasil visumnya, Kanit Reskrim yang dulunya menjabat di Kanit Shabara ini mengatakan,  visumnya sudah keluar dengan hasil kalau korban masih perawan.

Namun komentar Juru Periksa PPA Lisnawati berbeda. Ia mengaku hasil visum korban belum keluar. “Hasil visumnya belum keluar. Seminggu baru keluar itu,” katanya.

Lisnawati menegaskan tersangka tetap dijerat hukum pasal 82 UU Perlindungan anak dengan ganjaran penjara minimal 15 tahun.

Ketika ditanya mengenai adanya barang bukti narkoba jenis sabu dari hasil penyerahan warga terhadap kedua pelaku yang diakui kedua belah pihak telah mengkonsumsi sabu sebelum terjadi pencabulan, Luhut Sihombing mengatakan, pihaknya tidak menemukan barang haram tersebut.

“Iya, memang keduanya mengakui kalau sebelum terjadi pencabulan, mereka mengkonsumsi sabu. Akan tetapi, mengenai sabu itu kita tidak masukan ke dalam BAP. Lagian, keduanya diserahkan masyarakat dan sudah tidak ada lagi barang buktinya,” jelas Luhut.

Diberitakan sebelumnya, Rini (15) -nama samaran- warga Jalan Setiajadi, Kecamatan Medan Timur dan pacarnya, MIS (17) warga Jalan Sehati, kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan, warga karena kepergok sedang berbuat mesum di ladang garapan Jalan Haji Anif, Desa Sampali,  Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Rabu (28/10) malam.

Begitu tau, lokasi disana dijadikan arena perzinahan, warga menanyai asal kedua remaja itu. Disitulah keduanya mengaku. Pelaku cabul itu berinisial MIS (17) warga Jalan Sehati, kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan. Sedangkan korbannya, Bulan, warga Jalan Setiajadi, Kecamatan Medan Timur.

Keduanya mengaku tak pernah kenal sebelumnya. Mereka baru berkenalan sehati lewat media jejaring sosial Facebook, dan segera minta ketemuan. Sayangnya ketemuannya malah berujung pada pencabulan.(Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.