ABG Rentan Diajak Kencan Via Medsos

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Minauli Consulting

Medan, Jelasberita.com | Menyikapi kasus Rini (15) yang dicabuli MIS (17), pria yang dikenal lewat media jejaring sosial Facebook, Psikolog Irna Minauli mengatakan, para ABG sangat rentan untuk mendapat diajak Kencan Via Medsos seperti Facebook atau media sosial lain. “Mereka berada dalam usia dimana hasrat seksual mulai berkembang sehingga memiliki keinginan untuk membina relasi dengan lawan jenis,”terang pakar Parenting ini saat diwawancarai di Medan, Jumat (30/10).







Keinginan untuk memiliki pacar, sambungnya, mendorong mereka untuk merespons setiap ajakan yang diterima melalui chatting. Pengalaman mereka yang masih terbatas, terlebih dengan kurangnya perhatian dan pengawasan dari orangtua membuat remaja cenderung akan mencoba mendapatkan perhatian dari orang lain.

Lebih jauh, Direktur Minauli Consulting itu menjelaskan, pada awalnya cewek ABG mungkin merasa senang karena bisa berkomunikasi dengan laki-laki lain, yang biasanya dianggap dewasa dan menyenangkan. Perhatian dan rayuan yang dilancarkan membuat banyak remaja yang kemudian merasa jatuh cinta dan mempercayai laki-laki yang baru dikenalnya sekalipun.

Irna menegaskan, anak-anak ABG sangat membutuhkan perhatian sehingga ketika ada yang memperhatikan dan mau berkomunikasi secara baik, ia merasa diperhatikan. Dan secara naif mereka akan mengikuti ajakan bertemu.

Bahkan dalam sebuah eksperimen sosial yang dilakukan oleh Coby Persin, dengan seizin orangtua para remaja, melakukan eksperimen untuk membuktikan betapa mudahnya dia mengajak para remaja untuk bertemu di luar rumah. Hasil eksperimennya sangat mengejutkan banyak orangtua, karena ternyata begitu mudahnya anak remaja mereka mau diajak bertemu oleh orang yang baru dikenalnya.




Padahal, katanya lagi menyitir fakta lain, kalau kita perhatikan, anak-anak di Amerika diajarkan untuk tidak bicara dengan orang asing. Sejak kecil anak diajarkan “Don’t talk to strangers”. Dalam situasi pendidikan yang ketat seperti itu pun ternyata banyak remaja yang tidak menyadari bahaya yang mungkin mengancam mereka. Bahwa banyak predator di luar sana yang siap memerkosa atau melakukan kejahatan pada anak.

Saat ini begitu banyak anak remaja yang dengan berani dan bergaya sensual di depan kamera sehingga akan sangat mudah memancing para pelaku kejahatan terhadap anak.
Mereka bahkan dengan polosnya mencantumkan identitas dan posisi mereka. Status yang mereka unggah pun dengan mudah menggambarkan siapa dirinya.

Karena itu, imbuhnya, sudah saatnya juga kita mengikuti gerakan yang diprakarsai oleh sebuah lembaga “Jangan Telanjang Depan Kamera”. Sebab, beberapa ABG bahkan dengan polosnya mencantumkan identitas dan posisi mereka. Status yang mereka unggah pun dengan mudah menggambarkan siapa dirinya. Pose yang sensual yang bisa memancing hasrat seksual para pelaku kejahatan.

Menanggapi tentang minimnya perhatian orangtua pada anak, Dosen Psikologi itu menjawab, komunikasi yang baik antara orangtua dan anak tetap merupakan hal penting bagi para remaja. Ketika orangtua tidak bisa menjalankan perannya sebagai teman dan sahabat bagi para remajanya, mereka akan sangat mudah menjadi sasaran para pelaku kejahatan. Hal sejenis juga harus diajarkan pada anak laki-laki karena mereka juga bisa menjadi sasaran empuk bagi para homoseksual atau pedofilia. “Di media sosial, ada banyak scammers yaitu mereka yang menipu dengan motif seks atau uang. Hal itu patut diwaspadai oleh semua orang, khususnya perempuan dari berbagai kalangan dan usia,” pungkasnya. (Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.