Menghindari Razia Kendaraan Seorang Polisi Tertabrak dan Patah Kaki

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Image via news.babe.co.id
Image via news.babe.co.id

Sukabumi, Jelasberita.com | Apa jadinya jika panik saat razia kendaraan atau ada yang kurang dengan surat-surat dan kelengkapan kendaraan, aksi nekat seorang pemotor untuk meloloskan diri dari razia rutin yang sedang digalang Satuan Lalulintas Polres Sukabumi Kota, Rabu (21/10/2015). Seorang pemotor tega menabrak Aiptu Arsim. Pelaku diduga memang sengaja memacu motornya dengan kecepatan tinggi.

Akibat dari tabrakan tersebut Aiptu Arsim yang sedang bertugas melakukan razia surat-surat kendaraan bermotor mengalami luka-luka yang cukup parah dan kaki sebelah kanannya pun patah. Arsim yang sedang tersungkur segera diangkat oleh rekan-rekannya, Arsim segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Arsim hingga kini masih menjalani perawatan di Ruang Seruni, RSUD R Syamsudin SH.




Kapolres Sukabumi Kota AKBP Diki Budiman menjelaskan, peristiwa naas tersebut terjadi pada Selasa (20/10/2015) sekira pukul 10.30 WIB. Saat itu Aiptu Arsim tengah memeriksa surat-surat kendaraan di Jalan Raya Palabuhan II, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Tiba-tiba dari arah Lembursitu menuju Pangleseran muncul kendaraan jenis Satria FU dengan nomor polisi F 3734 TP yang dikendarai Sigit Waluyo. Pengemudi dengan sengaja menghindari pemeriksaan petugas, beberapa petugas berusaha menghentikan laju sepeda motornya. Pada saat itu Arsim ikut menghentikan tapi malang nasibnya bukannya berhenti, Arsim malah ditabrak hingga jatuh tersungkur.

Sigit Waluyo, sang pemotor ini tidak menghiraukan Arsim yang telah terkapar, namun tetap mencoba melarikan diri dari petugas lain yang menghadang Sigit usai menabrak Arsim, Sigit sempat lolos namum oleh warga setempat yang berada di sekitar lokasi akhirnya mengejar dan menghentikan pelaku , warga kemudian mengamankan serta menyerahkan Sigit kepada polisi, pelaku beserta kendaraannya sebagai barang bukti di tahan di Unit Kecelakaan Lalulintas.

Diki menjelaskan, belum diketahui motif utama dari pelaku, namun tidak menutup kemungkinan pelaku merupakan anggota berandalan bermotor, tapi ini baru indikasi karena petugas masih menyelidiki untuk mengungkap indentitas si pemotor. Selain itu, pelaku juga dites urine untuk mengetahui apakah pelaku saat melakukan aksinya itu terpengaruh oleh narkoba atau tidak. (Alex).

Leave a Reply

Your email address will not be published.