Daya Beli Masyarakat Kian Lesu

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




ekonomi-kerakyatan
Medan, Jelasberita.com | Daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok kian merosot. Beberapa pedagang mengaku merasakan jumlah pengunjung pasar berkurang. Selain itu, daya tawar masyarakat yang tinggi ikut memicu penurunan harga bahan pokok. Sebagian besar para pengunjung juga terlihat lebih memilih barang-barang bekas daripada membeli barang baru.
            “Kondisinya terus begini. Pembeli sepi dan banyak nawar. Barang-barang jadi gak laku makanya terpaksa kadang turunkan harga. Banyak pembeli ku perhatikan lebih memilih ikan kering dari ikan basah. Ikan kering bisa tahan selama beberapa hari, ya masyarakat mungkin pikir itu lebih menghemat kantong” ujar Rita Tampubolon, pedagang ikan basah, di Pasar Sentral Kota Medan, Rabu (21/10).
            Untuk ikan gembung sedang dihargai Rp20ribu per kilogram. Ikan tongkol Rp18ribu per kg, udang Rp45ribu per kg, guring Rp20ribu per kg. Sebagian besar ikan tersebut cenderung turun akibat daya tawar masyarakat tinggi.
            Sedangkan pasaran ikan kering cenderung stabil. Ikan teri nasi nomor 1 dihargai Rp100ribu/kg, ikan teri nasi nomor 2 Rp80ribu/kg, ikan teri nasi nomor 3 Rp70ribu/kg. Udang kecepe nomor 1 Rp25ribu/kg, udang kecepe nomor 2 Rp16ribu/kg, udang kecepe nomor 3 Rp15ribu/kg.
            Di pasar yang sama lokasi berbeda, para pengunjung pasar terlihat memadati pusat penjualan barang bekas seperti baju, celana, dan jenis pakaian lainnya, sedangkan pusat penjualan pakaian baru tampak lebih sepi.
            “Gak ada duit mau beli pakaian baru karena harganya kan mahal. Lagian pakaian monza kualitasnya juga tidak kalah dengan pakaian baru,” ujar salah seorang pengunjung yang tengah membeli monza. (rls/ti)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.