Unimed Tetap Fokus Cetak Guru

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




wisuda UNIMED
Medan, Jelasberita.com¬†|¬†Sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), Unimed tetap memfokuskan sebagian besar lulusannya yang bergelar Sarjana Pendidikan sebagai guru. Rektor Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd menyebut, dari waktu ke waktu, Unimed berusaha meningkatkan mutu pembelajaran dan daya saing lulusannya melalui penerapan model pembelajaran aktif, integrasi soft skill dan penyelarasan kurikulum berbasis kompetensi dengan kerangka kualifikasi nasional Indonesia.”Kita fokuskan mencetak guru-guru profesional,” ujarnya usai mewisuda ribuan lulusan baru di gedung Serbaguna Unimed, Medan, Rabu (21/10).

Wisuda kali ini, Unimed mengutus 2.830 lulusannya ke dunia alumni, yang terdiri dari dua Doktor Pendidikan, 296 Magister Pendidikan, 48 Magister Humaniora, 30 Magister Sains, 2.212 Sarjana Pendidikan, 60 Sarjana Sastra, 122 Sarjana Sains, 45 Sarjana Ekonomi, 15 Diploma Ahli Madya.







Selain berusaha meningkatkan mutu pembelajara, Unimed juga berusaha memperkuat relasi dengan pihak luar institusi. Intensitas hubungan Unimed dengan pihak lain juga makin tinggi. Perluasan jejaring terus dikembangkan. Sebagai hasil, beberapa kabupaten/kota telah menjalin program kerjasama dengan Unimed di bidang peningkatan mutu melalui pelatihan/sanggar kerja, studi lanjut, serta diklat.

Unimed juga kerjasama dengan Universitas Yogyakarta (UNY) dalam bentuk program kembar. Dirjen Dikti merestui Unimed membuka empat program studi (prodi) jenjang Doktor di bidang Teknogi Pendidikan, Pendidikan Dasar, Linguistik Terapan Bahasa Inggris dan Pendidikan Kimia. 2015, Kemenristek Dikti merekomendasikan membuka tiga prodi yaitu, Teknik Elektro (S1), Seni Pertunjukan (S1) dan Ilmu Keolahragaan (S2).

Kerjasama peningkatan mutu juga dibangun dengan USAID HELM (Higher Education Leadership Management). Sedang dalam mempersiapkan guru muda, Unimed dipercaya sebagai penyelenggara program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T).

Pada 2015, ada 340 SM-3T dikirim ke Aceh, Papua, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara dan Kalimantan Timur. Unimed juga mengirim 50 guru produktif SMK pada daerah 3T meliputi, Simeulue, Singkil, Dumai, Nias, Tapanuli Tengah, Langkat dan Karo.




Syawal berpesan agar para lulusan berkiprah di tengah bangsa ini dengan menampilkan karya-karya terbaiknya, bekerja sebagai insan intelektual dan berbudi halus.

Tak lupa, Syawal berterima kasih kepada para dekan, dosen, peneliti dan semua masyarakat akademik yang telah mempersembahkan dedikasi dan loyalitas terbaiknya demi kemajuan Unimed. Ia juga berterimakasih kepada gubernur Sumut, para bupati, dan semua orang yang turut mendukung Unimed sebagai institusi pendidikan yang terus memperlengkapi diri dan berusaha maju. (Dewa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.