Sekum PGI: Mari Kencangkan Tali Persaudaraan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Pdt Enida Girsang

Medan, Jelasberita.com | Sekretaris Umum Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt Enida Girsang mengimbau semua pihak agar merekatkan hubungan persaudaraan sebagai warga sebangsa dan setanah air, tanpa memandang suku, agama dan ras. Dalam kasus Singkil dan Tolikara, ia menilai, ada pihak-pihak tertentu yang mencoba memecah belah bangsa ini yang di mata dunia dikagumi karena mampu rukun di tengah pluralisme agama, budaya dan suku.







“Sebagai bangsa, kita ini berbeda bukanlah pilihan. Perbedaan kita itu sangat kodrati. Allah yang membuat kita berbeda, laki-laki dan perempuan. Beda bahasa, budaya, suku dan agama. Perbedaan ini, selama ini sangat rukun dan menjadi kekuatan, akan tetapi, ada yang menckba mengobrak-abriknya. Mereka memakai isu agama sebagai senjata ampuh untuk memecah belah. Mereka tau isu agama sangat sensitif,” terangnya saat ditemui di ruangannya, kantor PGI, Jalan Selamat Ketaren, Medan, Selasa (20/10).

Ia mengingatkan, agar jangan seorangpun menghakimi orang lain, karena yang berhak menghakimi hanya Allah. Ia menyitir pesan Founding Father Indonesia, yang membangun negara ini di atas keberagaman. Bahkan Pancasila dan UUD 1945, kutipnya, melalui pasal 29 dengan tegas menyatakan hal itu. “Negara harus menjamin kebebasan beragama. Itu artinya, negara yang harus pasang badan. Negara harus ada menyikapi persoalan ini. Dan agama manapun selalu mengajarkan kasih terhadap sesama. Persaudaran dan kerukunan. Jadi mari kita jaga keberagaman ini bersama-sama,” pesannya.

PGI adalah lembaga interdenominasi gereja yang terdiri dari 30 gereja berlatar berbeda. Enida juga mengingatkan para Nasrani di Singkil agar sabar dan tidak mudah terhasut oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab yang mengatasnamakan agama demi melegalkan kekesaran. “Kalau kita orang beriman, percaya bumi ini milik Allah, mana ada tempat dimana manusia tidak bisa beribadah. Karena itu janganlah ada orang yang merasa berhak mencipta neraka di bumi Indonesia ini. Kita sebagai bangsa mari salibg merekatkan kasih persaudaraan,” ujarnya.

Sebelumnya, Plt Gubsu Ir. Tengku Erry Nurady mengatakan, pendiri republik ini bahkan telah mewanti-wanti perpecahan sejak awal sehingga menetapkan persatuan di sila ketiga dan menetapkan satu prinsip yakni Bhinneka Tunggal Ika. Bahwa pluralisme adalah kekuatan bangsa kita.




Uskup Agung Medan, Dr. Anicetus Bongsu Sinaga juga menegaskan, Indonesia yang dibangun dengan beragam suku agama dan budaya adalah rumah kita. “Ini rumah kita. Kita sendiri yang merawatnya. Kalau bukan kita siapa lagi?”pungkasnya. (Dewa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.