Rakyat Belum Puas dengan Kinerja Jokowi – JK

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Rakyat Belum Puas dengan Kinerja Jokowi - JK




Kepuasan publik dengan kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kala terus menurun, menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Indo Barometer, menunjukkan bahwa kepuasan publik kepada Jokowi hanya sebesar 46 persen.

Jakarta, Jelasberita.com | Kepuasan publik dengan kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kala terus menurun, menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Indo Barometer, menunjukkan bahwa kepuasan publik kepada Jokowi hanya sebesar 46 persen pada bulan September, hal tersebut menurun dari yang sebelumnya sebesar 57,5 ​​persen pada bulan Maret yang lalu. Sementara itu, kepuasan publik dengan Jusuf Kalla menurun menjadi 42,1 persen, dari sebelumnya yang sebesar 53,3 persen.

M Qodari selaku Direktur Eksekutif Indo Barometer, menjelaskan bahwa sebagian besar responden tidak puas dengan kinerja ekonomi pemerintah. “Masyarakat memberikan perhatian serius terhadap perekonomian. Ketika ditanya tentang kegagalan pemerintahan Jokowi-Kalla, empat jawaban teratas berkaitan dengan ekonomi, “kata Qodari seperti dilansir laman kompas.com.

Demikian pula, tingkat kepuasan publik dengan menteri kabinet kerja hanya sebesar 37,1 persen, cukup menurun drastis dari sebelumnya yang sebesar 46,8 persen pada bulan Maret.

Menurut survei, 17,3 persen responden mengatakan bahwa pemerintah gagal untuk mempertahankan harga bahan pokok, 13,3 persen responden mengatakan pemerintah gagal untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi, 7,4 persen responden mengatakan pemerintah gagal untuk mencegah melemahnya Rupiah dan 4,1 persen mengatakan bahwa pemerintah gagal untuk mempertahankan harga BBM. Responden juga berpikir bahwa Jokowi gagal menciptakan lapangan kerja, gagal mengontrol menteri-menterinya dan gagal melawan korupsi.




Sementara itu, orang-orang yang senang dengan kinerja pemerintah mengatakan bahwa pemerintah telah berhasil dengan program kesehatan, program pendidikan dan memerangi narkoba. Survei ini diadakan 14-22 September di 34 provinsi yang melibatkan 1.200 responden, dengan margin error sebesar 3 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published.