Kongres Kerahiman Ilahi di Medan Diikuti 30 Negara

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Kongres Kerahiman Ilahi




Medan, Jelasberita.com¬†|¬†Sedikitnya 1.500 peserta dari 30 negara hadir dalam kongress The 3rd Asian Apostolic Congress on Mercy bertajuk: “Jesus Christ, The Mercy of God: The Way to Reconciliation”. Kongres digelar selama tiga hari dari 14-16 Oktober 2015 di Hotel Santyka Dyandra Medan.




Uskup Agung Medan, Dr. Anicetus Bongsu Sinaga, Mgr mengatakan kongres ini mengingatkan kita agar selalu kembali pada kerahiman Ilahi. “Karena itu perlu rekonsiliasi, toleransi dan perdamaian antar umat beragama di dunia,” ujarnya.

Pentingnya menjaga toleransi dan keberagaman juga pernah disuarakan seorang Teolog Islam terkenal di Indonesia, Mustofa Bisri. Bisri kerap bepergian ke Eropa untuk mempromosikan toleransi, interpretasi pluralis negara Islam dan melawan ideologi ektremis radikal. Menurit Bisri, Islam adalah agama yang mempromosikan cinta, perdamaian dan toleransi.

Terlaksananya kongres ini, kata Plt Gubsu Ir. Tengku Erry Nuradi merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan karena Sumut dipilih sebagai tempat kegiatan. “Kami sangat bangga,” ujarnya.




Ia juga menyebut, baru beberapa hari lalu pihaknya meresmikan gedung katolik center, salah satu yang terbesar di Indonesia. Gedung ini multi fungsi. Sebagian dipakai sebagai sarana ibadah, sekolah dan hotel.

Dalam sambutannya, Tengku Erry berharap, kongres ini dapat mempromosikan cinta kasih bagi semua orang, khususnya para tamu yang datang ke Sumatera Utara. “Semua agama, semua suku, ras dan golongan yang ada di Indonesia, ada di sini (Sumut-red). Sumut sangat Pluralis. Kami dapat menjaga perdamaian dan merawat keberaganab,” ujarnya.

Ia juga berharap seluruh peserta kongres bisa menikmati kebhinekaan di Sumatera Utara. Juga bisa mengunjungi dan menikmati keindahan tempat-tempat wisata di Sumatera Utara.

Berlangsungnya kongress ini, menurut DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba menunjukkan umat Katolik mencintai rasa persaudaraan sejati. Dan Sumut yang pluralis bisa menjaga diri tetap rukun. Keragaman ini merupakan nilai lebih Indonesia di mata dunia. Sekaligus menunjukkan Indonesia sebagai negara yang besar. “Hadirnya Gubernur Sumut dan bupati serta para tokoh agama menunjukkan rasa persatuan di tengah keberagaman bangsa,” pungkas Parlindungan.(Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.