Pencabulan dan Pembunuhan Bocah Putri Dalam Kardus Kalideres

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Image via wartakota.tribunnews.com




Image via wartakota.tribunnews.com

Jakarta, Jelasberita.com | Aksi kekerasan terhadap anak-anak kerap terjadi. Agus Dermawan alias Agus Pea (39) tega melakukan pencabulan dan pembunuhan terhadap PNF (9) kemudian di masukkan ke dalam kardus yang dililit lakban. Agus yang dikenal juga sebagai pimpinan geng ‘Boel Tacos’ kerap tidak kooperatif saat diperiksa. Agus awalnya tidak mengakui perbuatannya, tetapi setelah bukti-bukti yang diberikan polisi, akhirnya Agus mengakui memperkosa sebelum akhirnya membunuhnya.

Agus belum sepenuhnya mengungkapkan apa yang terjadi dengan korban. Keterangan Agus berbeda dengan bukti yang ditemukan, Agus mengaku bahwa kerusakan pada bagian kemaluan korban karena menggunakan jarinya. Tetapi bukti autopsi dan hasil tes DNA menunjukkan bahwa ada bulu kemaluan tersangka dan juga sperma. Agus mengelak bahwa dia mencoba memperkosa.

Tersangka terbukti membawa korban ke TKP (Jl Sahabat) dengan menggunakan motornya. Walau Agus tidak mengakui dan menyatakan bahwa menggunakan sepeda. Agus mengajak Putri dari sekolah untuk masuk ke dalam gubuknya. Setelah menggagahi dan membunuhnya, Agus kemudian membungkus jasad Putri dengan kardus dan membuangnya di kawasan Kamal, Jakarta Barat. Agus menghabisi nyawa Putri dengan cara menjerat leher korban dengan menggunakan kabel dan membenturkan kepala bocah malang itu berkali-kali hingga dia tewas.

Keberhasilan polisi dalam mengungkap pelaku pembunuhan anak dalam kardus tersebut tidak lepas dari kerja keras, kegigihan dan kesabaran polisi dengan dibentuknya 2 tim yang terdiri dari gabungan beberapa unit di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, yang menyusuri 2 lokasi sekaligus. Pertama, lokasi sekolah korban. Sebab sebelumnya korban diketahui menghilang usai pulang sekolah. Sedangkan lokasi kedua, yakni tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jenazah PNF di Kampung Belakang, Jalan Sahabat, RT 6/5, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.




Saat melakukan olah TKP di gubuk milik Agus, tim Puslabfor dan DVI dari Polda dan Mabes Polri menemukan sebuah tungku yang diduga kuat digunakan Agus untuk membakar barang bukti, seperti baju seragam milik Putri, buku, tas, satu kaos kaki, sepatu Putri dan kardus-kardus bekas.

Polisi juga menemukan kanebo, botol air mineral, seprei dan koran yang ada bercak darah serta body lotion yang diduga kuat digunakan sebagai pelumas untuk mengagahi korban.

Polisi akhirnya menetapkan Agus Darmawan sebagai tersangka pembunuhan bocah dalam kardus. Ada 3 alat bukti yang membuat polisi menetapkan Agus sebagai tersangka. Bukti pertama adalah DNA tersangka di kaos kaki korban, bercak darah korban di rumah agus, dan sperma tersangka di vagina korban.

Agus dijerat pasal berlapis, yaitu Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto Pasal 338 KUHP UU Nomor 35 tahun 2014 dengan perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman seumur hidup. (Alex)

Leave a Reply

Your email address will not be published.