MKD DPR Memberi Sanksi Bagi Wakil Rakyat Yang Melanggar Kode Etik

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Image via news.okezone.com
Image via news.okezone.com

Jakarta, Jelasberita.com | Setiap wakil rakyat yang melanggar kode etik selama 1 tahun masa bakti akan di berikan sanksi oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. Dalam menjalankan tugasnya MKD memberi sanksi kepada anggota F-Hanura, Frans Agung Mula Putra pada Senin (12/10/2015) kemarin. Kasus pemecatan staf cantik ini telah bergulir sejak Mei 2015. Putusannya baru dibacakan 5 bulan kemudian.

Frans dilaporkan oleh mantan stafnya Denty Noviany Sari karena dia dipecat dengan semena-mena pada Februari 2015, Denty juga mengajukan Frans karena menggunakan gelar doktor palsu dalam memo, KTP dan kartu nama. MKD menyatakan Frans terbukti bersalah.




Ketua MKD menyatakan Frans Agung Mula Putra terbukti melakukan pelanggaran kode etik ringan dan diberikan sanksi ringan berupa teguran tertulis. Tidak hanya Frans, teguran lisan juga diberikan kepada F-PKB Krisna Mukti karena bersalah dalam kisruh rumah tangga, hal ini diadukan oleh sang mantan istri Devi Nurmayanty ke MKD pada Mei 2015 silam. Tengah dalam kondisi hamil Devi mempertanyakan kejelasan status istri serta tunjangan yang seharusnya dia terima. Saat putusan dibacakan, keduanya sudah bercerai.

Anggota Fraksi PAN, Anang Hermansyah tertangkap kamera sedang merokok di ruang sidang. MKD memberi sanksi teguran ringan. Karena jelas melanggar larangan untuk merokok di ruang sidang.

Beberapa kasus masih diusut oleh MKD. Seperti kasus kejadian pemukulan antara anggota F-PPP Mustofa Assegaf dan anggota F-PD Mulyadi pada April 2015 lalu. Pemukulan terjadi saat Mulyadi (PD) keluar dari toilet di sela rapat, dirinya dipukul tiga kali oleh Mustofa (PPP) yang diduga kesal karena diingatkan soal lamanya interupsi saat rapat berlangsung.

Kasus berikutnya MKD juga sedang mengusut dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon dengan bertemu dengan Donald Trump di Amerika Serikat.




Diharapkan setiap kasus ini bisa menjadi pelajaran kepara para wakil rakyat untuk lebih baik kedepan serta menjaga keluhuran dan martabat sebagai anggota DPR RI. (Alex)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.