Eddie Kusuma Ikut Urun Dana Bangun HKBP Marturia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




HKBP Marturia

Medan, Jelasberita.com | Prihatin melihat kondisi gedung gereja HKBP Marturia di Jalan Stasiun, Desa Tanjung Gusta, Medan, Eddie Kusuma Panjaitan, Calon Wakil Walikota Medan dari No. Urut 2 datang menjenguk rumah ibadah tersebut.







“Saya dengar gereja ini sudah sebelas tahun. Tapi masih begitu sederhana bentuknya. Jadi saya tergerak ingin membantu. Sedikit, tapi seiklas saya. Saya datang di sini di rumah Tuhan ini untuk bersilaturahim dengan sahabat-sahabat saya sekalian. Saya ingin memohon doa dari kalian, itu saja,” kata Eddie.

Bersama rombongan, Eddie berjalan kaki sekitar 500 meter melintasi rel agar bisa sampai ke gereja tersebut. Gereja tersebut jauh dari pemukiman penduduk dan tidak ada jalan untuk dilalui mobil.

Dalam kunjungannya, hari Minggu (11/10) kemarin, ia disambut gembira para jemaat. Eddie mengatakan kehadirannya bukan untuk berkampanye melainkan karena tergerak hati untuk ikut membantu pembangunan gereja tersebut.

Dalam kesempatan itu, Eddie menyebut kalau sejak 1998 ia sudah ditabalkan bermarga Panjaitan sedang istrinya Boru Sihombing Hutasoit. “Saya memang keturunan¬† Tionghoa. Tapi saya ini Panjaitan. Istri saya Sihombing. Saya lahir dan besar di Medan. Jadi saya senang bisa menyapa kalian para sahabat saya,” pungkasnya usai diulosi jemaat karena berkenan datang ke gereja kecil tersebut.




Puluhan jemaat HKBP berlomba-lomba menyalaminya seusai Eddie bicara. Mereka gembira karena sosok Eddie begitu tulus di mata jemaat. Kendati bangunan gereja masih darurat, Eddie berpesan agar tetap bersemangat merampungkan pembangunan. Ia menyemangati para jemaat, bahwa dengan sikap gotong royong, pembangunan gereja ini akan cepat kelar.

Gereja HKBP Marturia ini merupakan sayap dari HKBP Resort Maranatha yang ada di Jalan Perkutut, Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Helvetia Tengah, Medan. HKBP Maranatha sendiri digembalakan Pendeta Resort Sabar M. Hutabarat, S.Th.

Kegiatan penggalangan dana digelar karena kondisi Gereja HKBP Marturia begitu darurat, dengan dinding gedung dari papan sudah lapuk, beratap seng tanpa asbes. Lantainya juga masih semen. Dalam usianya yang menjelang selusin tahun, gereja ini perlu pemugaran. Para warga jemaat merasakan, gereja tersebut bukan sekadar rumah ibadah, melainkan bagian dari proses pembentukan jati diri mereka.

Pimpinan (Uluan) jemaat, Rasmi Halomoan Sinaga menyebut gereja tersebut menjadi ruang untuk bertemu, berinteraksi, menguatkan ikatan batin antar sesama jemaat dan ruang berbagi kasih. “Dulu anak-anak sekolah minggu kejauhan bergereja ke HKBP Hatopan, Medan Sunggal. Itu pada 1998. Baru pada 2004, ada inisiatif membangun fisik gereja di sini,” terangnya.

Antusias
Melihat antusiasme jemaat untuk terus bertumbuh, pimpinan-pimpinan gereja tersebut pun sepakat untuk memugarnya agar lebih layak. “Jangka lima tahun, harus bisalah sudah rampung. Kami berharap ada pihak-pihak yang mau membantu dana,” harap Halomoan Sinaga.

Gereja tersebut berdiri di tanah seluas 25 x 37 meter persegi. Ketua Panitia Pembangunan Gereja HKBP Marturia Sukardi Sianturi (41) mengatakan, dibutuhkan dana sekitar Rp 1,5 miliar.

Pendeta Jansen Sitorus yang hadir sebagai pengkotbah mengatakan, pembangunan ini menunjukkan, gereja itu sedang proses lebih baik. Biasanya, HKBP itu tidak segan-segan mengurunkan dana. Itu didasari semangat bergotong-royong yang tinggi. Mereka begitu bersemangat mewujudkan satu bangunan gereja untuk tempat ibadah.

Kepala Desa Tanjung Gusta Wibowo dan staff nya serta Kepala Lorong Dusun 1 Ng Tarigan dan Kepling Lingkungan I, Ina yang hadir dalam acara pesta pembangunan tersebut ikut senang dan mendukung. “Pembangunan gereja ini lebih cepat lebih baik. Mari kita sama-sama menyingsingkan baju, bekerjasama mewujudkan pembangunan ini,” ajak Wibowo. (Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.