Asosiasi Planter Indonesia Kreasikan Produk Hilirisasi Percontohan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Medan, Jelasberita.com | Asosiasi Planter Indonesia (API) membuat terobosan baru guna meningkatkan nilai jual hasil pertanian buah-buahan dengan menciptakan produk hilirisasi. Produk tersebut berupa selai dari berbagai buah-buahan seperti morus alba atau murbei, kolang-kaling, terong belanda, pisang, durian, dan buah lainnya. Pelopor API, Baskara Liga, memamerkan seluruh produk tersebut di hadapan para anggota API dan masyarakat lainnya pada hari ulang tahun API ke-3, Sabtu (10/10).
Ia mengatakan, pihak API akan berencana mendorong atau menularkan ilmu pembuatan selai itu kepada para ibu PKK dan masyarakat umum. Produk tersebut diyakini laris di pasaran dan dapat bertahan untuk waktu yang cukup lama. Selain dapat digunakan sebagai selai, juga dapat dijadikan sebagai jus, dan berkhasiat bagi kesehatan.
“Produk ini tidak hanya bisa dipakai sebagai selai tapi bisa dijadikan jus. Kalau ngejus kan tidak perlu repot lagi harus kupas ini itu, lalu blendernya lagi. Produk ini lebih praktis dan belum ada di pasaran, tentunya peluangnya di pasar sangat tinggi. Salah satu contoh misalnya selai kolang-kaling, ini bagus buat orang yang sudah sangat berumur, bagus buat pencernaan mereka. Saya pribadi rutin memberikan kepada mertua saya, dan mereka suka produk ini,” jelasnya saat mempresentasikan inovasi selai.
Ia juga mengajak para anggota, terutama kaum ibu, memanfaatkan pekarangan untuk menanam buah-buahan dengan perawatan praktis yakni dengan sistem tabulampot atau tanaman buah dalam pot. Sistem itu dinilai lebih hemat secara pupuk dan perawatan. Sebab, bila ditanam dengan cara tradisional, kandungan pupuk dapat menyebar ke tanaman lain. Selain itu, ia menganjurkan agar para penggiat tanaman menggunakan pupuk organik demi kesehatan lingkungan dan orang yang mengonsumsi buah-buahan itu.
Baskara bersama timnya, masih meneliti berbagai jenis tanaman lainnya dan berencana untuk mengembangkan buah tersebut dijadikan produk siap pakai. “Bukan hanya srikaya yang dapat dijadikan selai, buah murbei juga. Rasanya sangat nikmat. Menanamnya juga tidak rumit dan tidak membutuhkan lahan luas,” ujarnya.
Tanaman buah yang ia kembangkan dan diharapkan dapat mengganti buah impor di antaranya lemon, apel, anggur, dan jeruk. Ia ingin para petani kecil maupun besar dapat saling mendukung memajukan pertanian Indonesia bersama API yang beralamat di Jalan Kartini 155 Kisaran dan di Jalan Bangka nomor 55 Medan.
Jangan Hanya Sawit
            Menyinggung berbagai persoalan pertanian, termasuk asap kabut yang disebabkan pembakaran hutan di Riau dan Jambi, ia mengatakan para petani Indonesia telah terjebak dengan pemikiran salah. Para petani di sejumlah negara, terutama Tanah Air, berusaha untuk meningkatkan lahan perkebunan sawit. Padahal, ada banyak komoditas lain yang justru defisit dan permintaannya sangat tinggi di pasaran.
            Misalnya, produksi kakao Indonesia pada 2013 hanya mencapai sekitar 721 ton dan pada 2014 hanya mencapai sekitar 709 ton per tahun, sementara kebutuhan dunia diperkirakan mencapai sekitar 4 juta ton, ungkap data International Cocoa Organization (ICCO) atau hanya dapat memenuhi kebutuhan pasar dunia sekitar 17,72 persen. Peluang sukses mengembangkan kakao terbilang tinggi.
            “Saya berharap para petani dan pekebun jangan terjebak dengan satu jenis tanaman. Banyak perusahaan sedang mengembangkan kebun sawit, bahkan di Papua pun sedang marak menanam sawit. Jarang yang mau melirik kakao, karet, kelapa. Padahal, ketiga komoditas itu bisa ditanam disatu tempat atau diversifikasi. Penduduk dunia pasti bertambah, tentu permintaan terhadap komoditas itu terus meningkat,” paparnya.
            Dalam presentasi mengenai pertanian dan perkebunan, hadir juga sejumlah praktisi dan akademisi di bidang pertanian dan perkebunan membahas berbagai persoalan pertanian, terutama pangan dalam negeri. Di antaranya Ir Surianto MP, Jhon Barlet, Janter Simanjuntak, Gustami Harahap, dan lainnya. (rls/ti)




Leave a Reply

Your email address will not be published.