Gereja HKBP Marturia Darurat

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Calon Wakil Walikota MEdan dari No Urut 2 Eddie Kusuma diulosi sat berkunjung ke Gereja HKBP Marturia, Dusun 01 tanjung Gusta Medan, Minggu (11/10)
Calon Wakil Walikota MEdan dari No Urut 2 Eddie Kusuma diulosi sat berkunjung ke Gereja HKBP Marturia, Dusun 01 tanjung Gusta Medan, Minggu (11/10)

Medan, Jelasberita.com | Puluhan jemaat HKBP berlomba-lomba mengurun dana dalam kegiatan dirgahayu 11 tahun gereja HKBP Marturia, Jalan Stasiun, Tanjung Gusta, Medan, Minggu (11/10). Perayaan ulang tahun dirangkai dengan pesta pembangunan gereja.

Gereja HKBP Marturia ini merupakan sayap dari HKBP Resort Maranatha yang ada di Jalan Perkutut, Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Helvetia Tengah, Medan. HKBP Maranatha sendiri digembalakan Pendeta Resort Pdt. Sabar M. Hutabarat, S.Th.




Kegiatan penggalangan dana digelar karena kondisi Gereja HKBP Marturia begitu darurat, dengan dinding gedung dari papan dan sudah lapuk. Lantainya juga masih semen. Dalam usianya yang menjelang selusin tahun, gereja ini perlu pemugaran. Para warga jemaat merasakan, gereja tersebut bukan sekadar rumah ibadah, melainkan bagian dari proses pembentukan jati diri mereka.

Pimpinan (Uluan) jemaat, Rasmi Halomoan Sinaga bahkan menyebut gereja tersebut menjadi ruang sejuk bagi jemaat untuk bertemu, berinteraksi, menguatkan ikatan batin antar sesama jemaat dan ruang berbagi kasih. “Dulu anak-anak sekolah minggu kejauhan bergereja ke HKBP Hatopan, Medan Sunggal. Jadi ada tiga penatua yang inisiatif menyediakan rumahnya sebagai ruang sekolah minggu. Ketiga penatua itu yakni St BP Nadeak, Sassi RH Sinaga dan Boru Tinambunan. Itu pada 1998. Baru pada 2004, ada inisiatif membangun fisik gereja di sini,” terangnya.

Antusias

Melihat antusiasme jemaat untuk terus bertumbuh, pimpinan-pimpinan gereja tersebut pun sepakat untuk memugarnya agar lebih layak. “Jangka lima tahun, harus bisalah sudah rampung. Kami berharap ada pihak-pihak yang mau membantu dana,” harap Halomoan Sinaga.




Gereja tersebut berdiri di tanah seluas 25 x 37 meter persegi. Ketua Panitia Pembangunan Gereja HKBP Marturia Sukardi Sianturi (41) mengatakan, dibutuhkan dana sekitar Rp 1,5 M. Gereja akan dibesarkan karena kelak ini menjadi ruang untuk membangun moral dan mental jemaatnya di tengah gempuran arus informasi dan kecanggihan teknologi zaman kini. “Kami sedang mencari donatur. Menggelar penggalangan dana. Dan menyebarkan struk bantuan,” ungkapnya.

HKBP MARTURIA: (Ki-ka) Uluan Jemaat St RH Sinaga, Pendeta Resort HKBP Maranatha Helvetia Tengah Pdt Sabar M Hutabarat, S.Th, Ketua Panitia Pembangunan SJ Sianturi, Pdt Jansen Sitorus diabadikan dalam foto usai pesta pembangunan gereja HKBP Marturia Tanjung Gusta. Gereja ini akan dipugar dan dibesarkan karena sudah sebelas tahun dalam kondisi darurat.
HKBP MARTURIA: (Ki-ka) Uluan Jemaat St RH Sinaga, Pendeta Resort HKBP Maranatha Helvetia Tengah Pdt Sabar M Hutabarat, S.Th, Ketua Panitia Pembangunan SJ Sianturi, Pdt Jansen Sitorus diabadikan dalam foto usai pesta pembangunan gereja HKBP Marturia Tanjung Gusta. Gereja ini akan dipugar dan dibesarkan karena sudah sebelas tahun dalam kondisi darurat.

Berproses

Pendeta Jansen Sitorus yang hadir sebagai pengkotbah di pesta pembangunan tersebut mengatakan, pembangunan gereja menunjukkan bahwa gereja itu sedang proses lebih baik. Biasanya, HKBP itu tidak segan-segan mengurunkan dana. Itu didasari semangat bergotong-royong yang tinggi. Mereka begitu bersemangat mewujudkan satu bangunan gereja untuk tempat ibadah. “Juga mengingat perkembangan kota, kelak, akan banyak pemukiman di sana dan para penduduk butuh ruang beribadah,” sambungnya.

Kerelaan hati jemaat menyumbangkan dana, menurut Jansen Sitorus, sesuatu yang patut diapresiasi. Persis dicatat dalam kitab Ibrani, bagamana jemaat Ibrani tetap bertumbuh dalam baku-kasih dan baku-peduli sehingga solid dan tidak tergerus imannya oleh gempuran zaman. “Saya berharap HKBP Marturia juga begitu,” pesannya.

Kepala Desa Tanjung Gusta Wibowo dan staff nya serta Kepala Lorong Dusun 1 Ng Tarigan dan Kepling Lingkungan I, Ina yang hadir dalam acara pesta pembangunan tersebut ikut senang dan mendukung. “Pembangunan gereja ini lebih cepat lebih baik. Mari kita sama-sama menyingsingkan baju, bekerjasama mewujudkan pembangunan ini,” ajak Wibowo.

Bukan Kampanye

Tak hanya unsur gereja dan Kepala Desa, rupanya hadir juga Eddie Kusuma Panjaitan, Calon Wakil Walikota Medan dari No. Urut 2 bersama rombongan.Eddie mengatakan kehadirannya bukan untuk berkampanye melainkan karena tergerak hati untuk ikut membantu pembangunan gereja tersebut. “Saya dengar gereja ini sudah sebelas tahun. Tapi masih begitu sederhana bentuknya. Jadi saya tergerak ingin membantu. Sedikit, tapi seiklas saya. Saya datang di sini di Rumah Tuhan ini untuk bersilaturahim dengan sahabat-sahabat saya sekalian. Saya ingin memohon doa dari kalian, itu saja,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Eddie menyebut kalau sejak 1998 ia sudah ditabalkan bermarga Panjaitan sedang istrinya Boru Sihombing Hutasoit. “Saya memang keturunan Tionghoa. Tapi saya ini Panjaitan. Istri saya Sihombing. Saya lahir dan besar di Medan. Jadi saya senang bisa menyapa kalian para sahabat saya,” pungkasnya usai diulosi jemaat karena berkenan datang ke gereja kecil tersebut. (Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.