DJP Sumut II Berharap WP Manfaatkan Insentif Pajak Tahun ini

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Foto Tax Gath Kanwil Pajak 1
Medan, Jelasberita.com | Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Utara II berharap wajib pajak (WP) di wilayah Kisaran dan Rantauprapat memanfaatkan program tahun pembinaan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) DJP Sumut II, Yunirwansyah, dalam acara Tax Gathering 2015 yang dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Rantau Prapat dan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kisaran dengan para WP di wilayah kerjanya, di Hotel Santika Dyandra di Medan, Kamis (8/10).
Instruksi tersebut diberikan sesuai program pemerintah yakni pencanangan tahun 2015 sebagai tahun pembinaan WP oleh DJP.  Melalui pencanangan yang bertajuk “Reach the Unreachable, Touch the Untouchable” itu memberikan kesempatan dan mendorong WP pribadi dan badan untuk mendaftarkan diri mendapatkan nomor pokok wajib pajak (NPWP), menyampaikan SPT, membetulkan SPT dan membayar atau menyetorkan pajak, untuk tahun pajak 2014 dan sebelumnya. Melalui program ini pihak DJP, memberikan insentif berupa penghapusan sanksi administrasi berupa denda dan bunga atas keterlambatan pembayaran dan pelaporan pajak.
Penegakan Hukum
Yunirwansyah mengatakan anggaran pendapatan negara 1.761, 6 triliun dengan 74 persennya berasal dari penerimaan perpajakan. Ia mengatakan DJP tidak bisa bekerja sendiri untuk mencapai angka tersebut sebab pajak milik bersama sehingga diharapkan para WP segera membetulkan SPT pajaknya sebelum tahun depan dan  berharap tidak bertemu para WP di wilayahnya akibat penegakan hukum pajak.
“Kami berharap para wajib pajak sadar bahwa pajak itu adalah kepentingan kita bersama. Tahun ini adalah tahun pembinaan, ada insentif bagi para WP. Kami menghimbau para WP untuk segera lakukan pembetulan. Sebab lebih baik tahun ini segera dibereskan karena masih ada pengurangan sanksi. 2016 adalah tahun penegakan hukum, jangan sampai kami berjumpa dengan para WP yang ada di sini akibat penyanderaan,” jelas Yunirwansyah.
Sonny Zuljianto, Kepala KPP Pratama Kisaran yang turut hadir, menyatakan arget penerimaan pajak tahun 2015 sangat tinggi dengan titik konsentrasi penerimaan pajak dari sektor perkebunan sawit. Ia berharap WP di Rantauprapat dan Kisaran turut mendukung tercapainya target tersebut.
Dari antara undangan yang hadir Biderman (PT. Inalum) memberikan testimoninya dengan menyampaikan antara lain bahwa Tahun 2015 adalah tahun pembinaan wajib pajak, setelah ini tahun penegakan hukum, jadi kita manfaatkan tahun pembinaan ini karena pajak milik kita bersama. Mari sokong gerakan pemerintah untuk tahun penegakan hukum agar Indonesia lebih maju dan masyarakat menjadi lebih makmur. Disamping itu  Mardani (PT. Tolan Tiga Indonesia) menyebut bahwa acara tersebut sungguh positif, diharapkan dengan acara ini antara Wajib Pajak yang dulu masih ada yang renggang menjadi lebih plong, dan semoga target tahun ini tercapai. Mardani  berharap adanya mutual benefit antara Wajib Pajak dan fiskus, apa yg jadi kewajiban Wajib Pajak akan kami laksanakan dan apa yang jadi hak Wajib Pajak agar segera diselesaikan. Mengharapkan profesionalisme hubungan antara Wajib Pajak dan fiskus lebih ditingkatkan. Selama ini Mardani menilai komunikasi Wajib Pajak dan fiskus cukup baik.
Seperti diketahui bersama, DJP pada tahun 2015 mencanangkan sebagai  Tahun Pembinaan Wajib Pajak. Melalui pencanangan yang bertajuk “Reach the Unreachable, Touch the Untouchable” ini memberikan kesempatan dan mendorong orang pribadi dan badan untuk mendaftarkan diri mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), menyampaikan SPT, membetulkan SPT dan membayar atau menyetorkan pajak, untuk tahun pajak 2014 dan sebelumnya. Melalui program ini pihak DJP, memberikan insentif berupa penghapusan sanksi administrasi berupa denda dan bunga atas keterlambatan pembayaran dan pelaporan pajak. (rls/ti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.