Air Sisa Proses Martabe Tidak Berdampak Terhadap Kualitas Air Sungai Batangtoru

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




image005
Kepala BLH Kabupaten Tapanuli Selatan, Ali Syahruddin, menandatangani Berita Acara Hasil Uji Laboratorium Air Sisa Proses yang dialirkan Tambang Emas Martabe ke Sungai Batangtoru. Acara berlangsung di Ruang Serba Guna Pelangi Camp Tambang Emas Martabe. (08/10)
Batangtoru, Jelasberita.com | Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Limbah Tambang Emas Martabe PT Agincourt Resources ke Sungai Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara kembali mengumumkan hasil uji laboratorium air sisa proses yang dihasilkan oleh Tambang Emas Martabe.
Tim Terpadu yang dibentuk pada 19 Juli 2013 sudah memasuki masa purna bakti sejak 19 Juli 2015. Namun, sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap publik, tim ini tetap bekerja sampai dengan diterbitkannya SK Gubernur Sumatera Utara
Pembukaan amplop dan pembacaan hasil uji laboratorium dilakukan oleh Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Limbah yang dipimpin Ketua Tim Terpadu, Aldinz Rapolo Siregar, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kepala BLH Tapanuli Selatan, Ali Syahruddin. Acara ini berlangsung di Ruang Serba Guna, Pelangi Camp, Tambang Emas Martabe dan dihadiri oleh anggota tim terpadu dari unsur masyarakat dan disaksikan oleh Lembaga Konsultasi Masyarakat Martabe (LKMM). (08/10)
“Pengujian terhadap air sisa proses Tambang Emas Martabe yang dialirkan ke Sungai Batangtoru dan air Sungai Batangtoru harus terus dilakukan secara rutin. Hal ini untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa kualitas air sisa proses dan air Sungai Batangtoru yang sudah bercampur dengan air sisa proses, seusai dengan Baku Mutu yang ditetapkan oleh pemerintah”, ujar Ali Syahruddin dalam sambutannya.
Anggota Divisi Evaluasi Tim Terpadu tengah membacakan hasil uji laboratorium air sisa proses yang dialirkan Tambang Emas Martabe ke Sungai Batangtoru, di Ruang Serba Guna, Pelangi Camp Tambang Emas Martabe. (08/10)
Anggota Divisi Evaluasi Tim Terpadu tengah membacakan hasil uji laboratorium air sisa proses yang dialirkan Tambang Emas Martabe ke Sungai Batangtoru, di Ruang Serba Guna, Pelangi Camp Tambang Emas Martabe. (08/10)
Lokasi pengambilan sampel air dimulai pada titik ujung masuk pipa air sisa proses (inlet) dan ujung keluar pipa air sisa proses (outlet), Sungai Batangtoru pada 500 meter sebelum titik pelepasan air, titik percampuran air sisa proses dan air Sungai Batangtoru (outfall), serta 500 m, 1000 m, 2000 m, dan 3000 m setelah pelepasan air.
Pengambilan sampel air dan pengiriman ke laboratorium PT Intertek Utama Services, Jakarta yang melibatkan anggota Divisi Pengambilan Contoh Uji dari unsur masyarakat dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali. Setiap bulan, pengambilan sampel air secara rutin dilakukan dan selalu melibatkan anggota masyarakat dari Divisi Pengambilan Contoh Uji Tim Terpadu.  Sampel air ini setiap bulan dikirim ke laboratorium oleh Tambang Emas Martabe. Hasilnya dilaporkan kepada Tim Terpadu Pemantau Kuallitas Air Limbah Tambang Emas Martabe ke Sungai Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kandungan logam yang diteliti, antara lain: tingkat keasaman air (pH), TSS, kadmium (Cd), kromium (Cr), merkuri (Hg), nikel (Ni), sianida (CN), arsen (As), tembaga (Cu), timbal (Pb), dan seng (Zn).
Hasil yang diperoleh dari uji laboratorium kali ini menunjukkan bahwa air sisa proses dan air sungai batangtoru yang bercampur dengan air sisa proses, kandungan logamnya berada di bawah baku mutu yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 202/2004 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Pertambangan Bijih Emas Dan/Atau Tembaga.
Sepanjang 2014, selama 365 hari, Tambang Emas Martabe hanya mengalirkan air sisa proses ke Sungai Batangtoru sebanyak 173 hari. Ini artinya, hanya lebih kurang 6 bulan, air sisa proses dialirkan ke Sungai Batangtoru. Selebihnya, air sisa proses digunakan kembali untuk memenuhi kebutuhan air di pabrik pengolahan emas dan perak.Pada semester 1 2015,  jumlah hari air sisa proses yang dialirkan ke Sungai Batangtoru sebanyak 143 hari.
Candra Nugraha, Manajer Enviro Tambang Emas Martabe mengatakan:”Untuk yang kesekian kalinya, hasil uji laboratorium sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini menunjukkan, kegiatan operasi Tambang Emas Martabe secara konsisten mempertahankan secara maksimal kinerjanya di bidang lingkungan. Begitu juga dengan kondisi biota sungai Batangtoru. Penelitian yang dilakukan sejak 2012 hingga saat ini, menunjukkan tidak ada perubahan baik jenis  mau pun jumlah ikan di Sungai Batangtoru. Pencapaian ini akan terus kami pertahankan selama Tambang Emas Martabe beroperasi”. (rls/ti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.