Indonesia Akan Dirikan Bursa Fisik Karet

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




karet




karet
Medan, Jelasberita.com | Indonesia diharapkan mendirikan bursa fisik karet sekaligus menjadi penentu harga karet, ungkap Sekretaris Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah melalui catatan kepada Jelasberita.com usai menghadiri rapat di Medan bersama Bappebti-Kementerian Perdagangan membahas harga karet, Senin (5/10).
Dalam rapat yang dipimpin oleh Kepala Biro Analisis Pasar Bappebti-Kementerian Perdagangan, Mardjoko, ia menyimpulkan, BAPPEBTI berharap karet dapat terserap melalui bursa fisik karet dengan harga yang adil bagi produser dan pembeli, yang utamanya menguntungkan bagi pekebun, utamanya petani.
Dalam rapat ini Bappebti selaku pemerintah mempertemukan tiga pihak antara lain Indonesia Mercantile Exchange (Jakarta) sebagai calon penyelenggara bursa fisik, Strait Financial Group-Singapura atau anggota dari grup CWT selaku calon broker yang saat ini memiliki potensi lebih dari 100 calon pembeli, dan anggota Gapkindo Sumut selaku pemilik karet, calon pelaku bursa fisik karet.
Ia mengemukakan, anggota Gapkindo Sumut  mendukukung penuh pembentukan bursa fisik karet Indonesia yang pertama kali akan dibuka di Medan. Penyerahan barang direncanakan di gudang yang dekat Pelabuhan Belawan. Transaksi pembayaran menggunakan US dolar. Transaksi di bursa fisik bebas PPN 10%. Pada saat transaksi terjadi, sementara ini direncanakan pembayaran 70 persen dan 30 persen sisanya ketika BL sudah diterima dari shipping line.
Sementara itu, para pembeli mengharapkan bursa fisik ini memiliki kekuatan yang lebih besar dalam penentuan harga. Bursa fisik ini pun diharapkan dapat menciptakan harga karet lebih tinggi dari ongkos produksi, lebih stabil, lebih transparan, biaya logistiknya rendah, dan pembeli yang kredibel.
Dikatakan, infrastruktur IT untuk penyelenggaraan bursa sudah tersedia. Penyelenggara bursa sedang mengurus perizinan ke BAPPEBTI, diperkirakan dalam tempo 2 bulan sudah rampung. Sejalan dengan pengurusan perizinan, supporting lainnya juga sedang dalam penyiapan, antara lain gudang, lembaga pembiayaan, spesifikasi kontrak karet, dan regulasi bursa fisik karet.
Selama beberapa tahun terakhir, harga karet terus merosot. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut menunjukkan, dari 10 komoditas utama Sumut yang mengalami penurunan terparah salah satunya adalah karet atau barang dari karet. Penurunan ekspor disebabkan kelesuan permintaan global, terutama Tiongkok, membludaknya produk karet dari berbagai negara produsen, dan anjloknya harga minyak mentah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut menunjukkan, 10 produk tersebut di antaranya kakao/coklat, alumunium, ampas / sisa industri makanan, mesin/ peralatan listik, kertas/ karton, karet dan barang dari karet, lemak dan minyak hewan/nabati, berbagai produk kimia, plastik dan barang dari plastik, serta  ikan dan udang.
Bila dibandingkan ekspor Januari-Juli 2014 terhadap Januari-Juli 2015, kakao turun 65,66 persen, dari $26,847 juta ke $9,218 juta, ekspor aluminium turun 57,43 persen, ampas/ sisa industri makanan 49,67 persen, mesin/ peralatan listik 41,91 persen, kertas/ karton 25 persen, karet dan barang dari karet 23,33 persen, lemak dan minyak hewan/nabati 21,01 persen, berbagai produk kimia 19,48 persen, plastik dan barang dari plastik 19,43 persen, dan  ikan dan udang 17,24 persen. (ti)




Leave a Reply

Your email address will not be published.