Dua Tersangka Bisnis Online Satwa Langka Diciduk Polisi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Image via kriminalitas.com
Image via kriminalitas.com

Jakarta, Jelasberita.com | Dalam menindak lanjuti laporan warga, adanya penjualan satwa langka yang dilindungi di salah satu rumah di Kampung Kelapa RT 4/2, Kelurahan Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Rabu (7/10). Sub Direktorat Perlindungan Satwa Langka Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri menangkap dua tersangka yang merupakan suami istri, Anton (44) dan Artha (33) telah setahun menjadikan kediamannya sebagai penadah hewan langka.

Anton warga Bogor Jawa Barat ditangkap karena memperjual-belikan sejumlah satwa yang dilindungi melalui media online. “Dalam aksinya, Anton menjual satwa langka tersebut dengan harga kisaran Rp 1 juta hingga Rp 10 juta,” Jelas Kasubdit I Kombes Sandi Nugroho di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (7/10/2015) malam.




Selain menangkap dua tersangka penadah, polisi juga mengamankan dan delapan hewan langka. Di lokasi polisi menemukan dua Elang Jawa dewasa, dua anak Elang Jawa, dua Elang Brontok, satu Landak dan satu ekor Linsang. Satwa tersebut rencananya akan dijual menggunakan jaringan internet ke luar negeri, baik lewat online dan group medsos mereka.

Anto yang ditangkap saat penggrebegan itu hanya pasrah diciduk polisi. Dia menjelaskan bahwa hewan-hewan ini di dapat dari pihak pemasok.

Setelah mendapatkan pembeli maka para tersangka akan mengirim hewan tersebut melalui laut. Kata dia, semua transaksi dilakukan secara online dan saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait siapa pembeli, pengirim dan orang yang bertugas menangkap hewan-hewan dilindungi tersebut.

Cukup sulit untuk mendeteksi para pelaku karena jaringan ini beroperasi secara online.Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, atas perbuatan pasangan suami istri Anton dan Artha, tersangka dikenakan Pasal 21 ayat 2huruf A jo pasal 40 ayat 2 UU RI No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta.




Ketua RT04/02 Kelurahan Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Rodip Supriatna (44) mengaku, terkejut dengan penggerebekan rumah warganya oleh Tim Bareskrim Mabes Polri. Sebab, selama ini warga dan dirinya mengenal pasangan Anton dan Artha sebagai penjual pakaian online. Namun kata dia, warga sering mendengar dari rumah pasangan suami istri itu terdengar suara burung elang dan pernah melihat pemilik rumah membawa berang-berang, yang dimainkan anak-anak. (Alex)

Leave a Reply

Your email address will not be published.