Masyarakat Jepang Timbun Tisu Toilet

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Image via phinemo.com
Image via phinemo.com

Medan, Jelasberita.com | Pemerintah Jepang baru-baru ini mengadakan kampanye mendorong warganya menimbun tisu toilet. Ketika gempa bumi melanda Jepang di tahun 2011 saat itu tisu toilet hilang dari pasar karena habis. Penjualan tisu toilet di Jepang telah meningkat sampai 500 juta gulungan sejak tahun 2008 meski secara keseluruhan jumlah populasi warga menurun. Sejak saat itu pemerintah mendorong warga untuk setidaknya memiliki cadangan tisu untuk satu bulan atau sebanyak 15 gulungan.

Menurut ahli hal tersebut terjadi karena banyak warga menimbun tisu toilet untuk berjaga-jaga untuk menghadapi gempa bumi dahsyat. Bekerja sama dengan sejumlah produsen tisu toilet, pemerintah menggelontorkan kampanye “Ayo timbun tisu toilet!” dalam rangka memperingati Hari Pencegahan Bencana. Kampanye ini menunjukkan keseriusan Jepang dalam menghadapi bencana. Jepang kian bersungguh-sungguh dalam hal ini sejak tiga tahun yang lalu.




Pemerintah menilai, warga memikirkan bahan pangan dan air, namun melupakan bahwa tisu toilet juga penting di masa bencana. Kementerian Perdagangan dan Industri Jepang mengatakan bahwaa tisu toilet bisa dimanfaatkan untuk penggunaan dalam kondisi darurat. Sambil mempromosikan tisu toilet khusus saat Hari Pencegahan Dampak Gempa Nasional di Tokyo.

Empat puluh persen suplai tisu toilet Jepang berasal dari wilayah Shizuoka. Pemerintah memperkirakan, akan ada krisis kelangkaan tisu toilet selama sebulan jika Shizuoka diguncang gempa. Diperkirakan, sebuah gempa dahsyat akan terjadi di Jepang dalam waktu dekat. Kelangkaan tisu toilet tentu akan menjadi masalah. Pasalnya, orang akan menggunakan kertas tisu biasa yang tidak dapat larut dalam air sehingga membuat toilet mampat.

Ribuan warga Jepang ikut dalam perayaan tahunan tiap 1 September tersebut. Perayaan itu adalah kenangan terhadap Gempa Bumi Kanto pada 1923 di Tokyo. Waktu itu, gempa tersebut menewaskan 140.000 orang. Kekurangan tisu toilet menjadi hal yang tidak nyaman tatkala korban gempa tidak bisa menggunakan toilet lantaran tak ada pasokan air.

Para ibu rumah tangga namun menanggapi penimbunan tisu toilet dengan terlalu ‘bersemangat’. Kepada surat kabar Yomiuri Shimbun seorang ibu rumah tangga bahkan mengaku memiliki persediaan tisu yang bila dibentangkan bisa mencapai 3.9 kilometer.




“Tisu-tisu ini tidak basi, untuk tahu kami memiliki persediaan membuat kami tenang,” ujar sang ibu rumah tangga seperti dikutip dari BBC pada Selasa (6/10/2015).

Faktor lain yang mendorong mengapa banyak penduduk Jepang membeli banyak tisu toilet adalah karena tradisi. Beberapa toilet umum di Jepang tidak menyediakan tisu, orang-orang diharap membawa tisu sendiri sehingga di saat keadaan darurat tentu tisu menjadi barang yang penting untuk selalu tersedia. (Alex)

Leave a Reply

Your email address will not be published.