Bagaimana Saham Bisa Tercatat di Bursa Efek Indonesia?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




hitung harga saham

Saham yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditempatkan di dua papan pencatatan, yaitu Papan Utama dan Papan Pengembangan. Setiap jenis papan memiliki syarat pencatatan yang berbeda.  Papan Utama ditujukan untuk saham perusahaan tercatat yang berskala besar, yang memiliki aktiva bersih minimal Rp100 miliar. Sementara Papan Pengembangan hanya mensyaratkan minimal ekuitas bersih Rp5 miliar.




Papan Pengembangan dibuat untuk mencatat saham perusahaan-perusahaan yang belum dapat memenuhi persyaratan pencatatan di Papan Utama, atau saham-saham yang dikategorikan sebagai perusahaan yang prospektif namun belum membukukan keuntungan.

Jumlah investor juga menentukan penempatan saham di kedua papan. Untuk bisa dicatat di Papan Utama, jumlah pemegang saham paling sedikit 1.000, sementara pada Papan Pengembangan, saham yang dicatat diimiliki minimal 500 pemegang saham.

BEI juga menerapkan ketentuan jumlah saham yang harus ditawarkan kepada publik. Untuk perusahaan yang memiliki ekuitas kurang dari Rp500 miliar maka minimal harus melepas 20% dari jumlah saham dalam modal disetor kepada publik.  Berikutnya, perusahaan dengan ekuitas Rp500 miliar-Rp2 triliun minimal melepas 15% saham ke publik. Sementara perusahaan yang memiliki ekuitas Rp2 triliun, paling kurang 10% melepas saham ke publik.

Selain ketentuan yang menyangkut ekuitas dan jumlah pemegang saham, ada persyaratan umum yang harus dipenuhi perusahaan sebelum mencatat sahamnya di BEI. Diantaranya, Badan hukum Calon Perusahaan Tercatat berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Pernyataan Pendaftaran disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menjadi efektif. Perusahaan memiliki Komisaris Independen sekurang-kurangnya 30% dari jajaran anggota Dewan Komisaris,   memiliki Direktur tidak terafiliasi, memiliki Komite Audit atau menyampaikan pernyataan untuk membentuk Komite Audit paling lambat 6 bulan setelah tercatat, dan memiliki Sekretaris Perusahaan.




Perusahaan harus menerbitkan saham dengan nilai nominal saham sekurang-kurangnya Rp100. Ada juga persyaratan hukum, yaitu, Calon Perusahaan Tercatat tidak sedang dalam sengketa hukum yang diperkirakan dapat mempengaruhi kelangsungan perusahaan. Selain itu, bidang usaha perusahaan yang hendak mencatat saham di bursa baik langsung atau tidak langsung tidak dilarang oleh Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.

Khusus Calon Perusahaan Tercatat yang bergerak dalam industri pabrikan, memiliki sertifikat AMDAL dan tidak dalam masalah pencemaran lingkungan, dan calon Perusahaan Tercatat yang bergerak dalam industri kehutanan harus memiliki sertifikat eco-labelling (ramah lingkungan). Data keuangan perusahaan terakhir yang telah diaudit harus disampaikan ke bursa sebagai syarat pengajuan permohonan pencatatan saham.

Berdasarkan persyaratan yang telah dipenuhi dan diserahkan ke BEI, maka bursa akan melakukan evaluasi dan penilaian. Dalam jangka waktu selambatnya 10 hari, akan disampaikan penolakan atau pemberian persetujuan prinsip atas permohonan pencatatan kepada perusahaan yang mengajukan permohonan pencatatan sahamnya.  Tenggat waktu tersebut dihitung sejak BEI memperoleh dokumen dan atau informasi secara lengkap. Dalam proses evaluasi atas permohonan pencatatan tersebut, Bursa akan meminta Calon Perusahaan Tercatat melakukan presentasi mengenai rencana pencatatan sahamnya.  Bursa juga dapat melakukan company visit ke Calon Perusahaan Tercatat. (TIM BEI)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.