Tukang Botot Bacok Siswi SMP

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




tersangka bacokMedan, Jelasberita.com | Nurmaini Silaban (16) warga Jalan Tirto Sari, Gg Huta Toba, Kecamatan Medan Tembung luka parah di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Pirngadi Medan, Senin (5/10) jam 14.00 WIB. Ia terluka di bagian kepala akibat dibacok PS, tetangganya.

Pemicunya, tersangka yang berprofesi sebagai tukang botot, meminta upah Membongkar sebuah ban dari pelak mobil. Namun, korban yang tak mengerti maksud pelaku, sehingga ia tidak mau memberikan upah yang diminta pelaku. “Saya tanya, kamu gak mau bayar? Atau kamu saya bacok?” beber pelaku mengenang ancamannya pada korban. Lebih jauh ia menerangkan, ia langsung pulang ke rumah setelah korban menyahut, “bacok saja,”







Pelaku pulang ke rumahnya lalu mengambil sebuah parang. Parang itu diselipkannya di balik bajunya. Ia gegas kembali menjumpai korban dan begitu melihat korban, ia langsung menebaskan parang tersebut ke kepala korban. “Dua kali saya tebas. Di bagian kepala. Saya gak tau apa dia hidup atau mati,” akunya kepada penyidik.

Sesudah itu, pelaku panik. Pikirannya terbelah antara kabur atau menyerahkan diri. Namun karena takut bakal dikejar-kejar polisi dan gentar jika mati ditembak, ia akhirnya memilih menyerahkan diri ke polisi. Sekira pukul 16.00 WIB, ayah dua anak itu, menyerahkan diri ke Polsek Percut Sei Tuan. Kepada penyidik ia mengakui segala perbuatannya. Ia terlihat linglung dan gentar. Dengan tangan tergari, ia memohon ke penyidik agar hukumannya diringankan.

Nurmaini Silaban (korban) sendiri mengaku ia sama sekali memang tidak tahu mengenai upah tersebut, sehingga ia menyarankan ke tersangka agar meminta langsung upah itu kepada abang iparnya. “Aku gak tau tentang upah itu, Bang. Karena aku baru pulang sekolah, makanya aku suruh dia minta sama abang iparku, tapi dia gak terima, makanya dia pulang terus balik lagi sambil bawa parang dan membacokku,” ungkapnya saat dirawat di Ruang IGD RSU Pirngadi Medan.

Siswi kelas 3 di SMP Parulian 2, Jalan Garuda, Perumnas Mandala ini mengatakan, ia angat terkejut dengan tindakan pelaku. “Aku gak tahu apa-apa kok aku yang kena,” kesalnya.




Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bacok di bagian kepalanya dan di bagian punggungnya. Lartia (30) kakak ipar korban, saat di temui di Rumah Sakit Pirngadi mengatakan, hanya gara-gara upah membongkar pelak mobil yang mau dijadikan botot, pelaku tega membacok iparnya. Lartia menambahkan, setelah membacok, pelaku langsung meninggalkan korban yang bersimbah darah. Para tetangga yang melihat kejadian tersebut, langsung melarikan korban ke rumah sakit.

Kanit Reskrim Polsekta Percut Sei Tuan, AKP Luhut B.Sihombing mengakui bahwa pelaku sudah menyerahkan diri. Dan kini sedang diperiksa. “Memang tadi dia (pelaku) datang menyerahkan diri ke polsek, permasalahannya karena upah membuka ban dari pelak yang akan dibotot, saat ini tersangka masih kita lakukan penyelidikan,” ungkapnya. (Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.