Untuk mencerdaskan bangsa, PPI Taiwan berbagi Informasi Studi di Luar Negeri

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




 

SMK Teladan Sumut




Taipei, Taiwan, Jelasberita.com  | Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan kembali hadir di kampus dan sekolah berbagai kota di Indonesia untuk berbagi informasi meraih studi ke luar negeri berikut dengan tips mendapat beasiswa khususnya Negara Taiwan. Kegiatan dengan nama “PPI Taiwan Goes to School,” ini melibatkan mahasiswa/i Indonesia dari berbagai kampus di Taiwan, dengan memanfaatkan kesempatan pulang di libur Summer, Juli-September 2015.

Sebagai organisasi yang menghimpun para pelajar, PPI Taiwan berprinsip bahwa semangat belajar, menuntut ilmu dan terlebih memperbaiki bangsa haruslah terus digelorakan. “Program PPI goes to school ini, dengan kata lain adalah salah satu upaya PPI Taiwan untuk terus bisa mendukung proses perubahan anak-anak bangsa ke arah yang lebih baik,” demikian kata Ketua PPI Taiwan, Iman Adipurnama.

Pelaksanaan PPI goes to school di UMI

Seperti mengulang semangat proklamator bangsa, yakni Bung Hatta 1921, ketika menerima beasiswa dari van Deventer-Stichting, sebuah yayasan kolonial Belanda, mengatakan, bahwa sekolah adalah alat perjuangan. Hasilnya, Bung Hatta dengan organisasi Perhimpunan Indonesia menjadi cikal bakal pergerakan Indonesia mengusir penjajah hingga mendapatkan kemerdekaan. Hal inilah yang mesti dimaknai, bahwa setiap pelajar Indonesia ketika berguru di luar negeri, nantinya akan membawa perubahan.




Dengan menyediakan informasi-informasi tentang perkuliahan dan budaya di Taiwan, ditambah dengan pemberian motivasi kepada rekan-rekan pelajar di Indonesia, PPI Taiwan berharap agar lilin-lilin harapan di seluruh nusantara ini perlahan terus bersinar dan menyebar, sehingga bangsa kita suatu saat bisa bersaing dalam kancah global.

Murni Sianturi, di SMAN 1, Tiom, Papua

Misi PPI Taiwan kali ini lebih menjangkau Pelajar dan Mahasiswa di wilayah Indonesia yang tergolong minim mendapatkan informasi sebagai upaya pemerataan informasi studi di luar negeri. Sebanyak 17 Volunter yang bersedia dan menyebar di 14 Kota, serta menjangkau 2032 pelajar. Adapun institusi pendidikan dan kota yang dikunjungi adalah; SMA Negeri 1 Tiom Lanny Jaya Papua, STKIP Abdi Wacana Wamena Papua, SMA DHBS Bontang Kalimantan Timur, SMA Yabis Bontang Kalimantan Timur, SMAN 1 Selong Nusa Tenggara Barat, Universitas Muhammadiah Yogyakarta, SMAN Trenggalek Jawa Timur, SMAN 1 Dramaga Bogor, Universitas Djuanda Bogor (Oktober ini).

Untuk Sumatera Utara, sekaligus wilayah terbanyak dikunjungi volunter kali ini, antara lain; SMAN 2 Lintong Nihuta, SMAN 1 Tiga Binanga, SMK Teladan, SMA Negeri 2 Bandar Simalungun, SMAN 1 dan 2 Pematang Siantar, SMAN 1 Kabanjahe, SMAN 1 Tebing Tinggi,  Universitas Methodist Indonesia, Universitas Sumatera Utara dan Universitas Negeri Medan.

Menurut para volunter, antusiasme pelajar maupun mahasiswa indonesia secara umum jelas punya keinginan kuat melanjutkan studi hingga luar negeri. Demikian juga institusi pendidikan yang dijumpai, cukup mengapresiasi program PPI Taiwan tersebut.

Sedangkan ketakutan utama mereka studi lanjut ke Taiwan tentang kekuatiran bahasa Mandarin. “Mayoritas audience merasa sedikit takut ketika mendengar perkuliahan di Taiwan full mandarin atau hanya sedikit campur bahasa Inggris, sebab mereka, umumnya tidak pernah mempelajari bahasa Mandarin,” kata siswa di Bontang Kalimantan Timur, seperti diceritakan Volunter, Nur Fithriyanti Imamah yang juga Panitia program ini dari divisi Pengabdian Masyarakat PPI Taiwan.

Akan tetapi sesudah dijelaskan, bahwa kampus-kampus di Taiwan menerima TOEFL sebagai syarat apply beasiswa, mereka kemudian semangat kembali untuk mencoba beasiswa ke Taiwan. Meski sebagian kampus di Taiwan belum menggunakan full bahasa Inggris dalam perkuliahan di kelas, namun hampir semua professor lancar berbahasa Inggris.

Cerita menarik datang dari siswa SMA Negeri 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua. Menurut Murni Sianturi, yang membagikan informasi studi Taiwan, bahwa siswa sebelumnya belum mengenal Taiwan. Sang Ibu Guru bahkan takut, bahwa diantara siswa, masih terdapat belum fasih baca tulis. Karena itu, menurut Murni kehadirannya di sekolah itu, cukup membantu memotivasi siswa kenapa begitu penting untuk belajar dan terus sekolah, untuk tidak takut bermimpi dan untuk terus menggali potensi setiap individu.

Sebagai wilayah terpencil, kegiatan seperti ini cukup bermakna bagi para siswa/i. Murni menambahkan,  sepanjang kegiatan berlangsung, terlihat anstusiasme mereka untuk kuliah sangat tinggi, apalagi ke luar negeri.  Beberapa diantara Siswa Papua ini berharap, bisa berkesempatan kuliah di Taiwan.

Melalui program Goes to School ini, PPI Taiwan sesungguhnya ingin mimpi-mimpi generasi muda Indonesia dapat terus bersinergi, seperti sekumpulan lilin yang berkumpul dan memberikan cahayanya yang terang. Lalu menjawab tantangan bangsa saat ini, yakni menempatkan Indonesia sejajar dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemakmuran Indonesia. Program ini turut didukung Taiwan Education Center Indonesia. | *Karmel Simatupang (Div. Pengmas PPI Taiwan).

Leave a Reply

Your email address will not be published.