Cawalkot Medan ini Dapat Banjir Dukungan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Calon Walikota Medan REDI

Medan, Jelasberita.com | Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan tidak hanya ramai di-blow up Media konvensional seperti radio, koran dan majalah saja. Ternyata isu Pilkada kota Medan juga ramai dibincangkan di media sosial seperti facebook dan twitter, Minggu (4/10)







Calon wali kota dan wakil wali kota Medan, nomor urut 2, Ramadhan Pohan dan Eddie Kusuma (REDI) mendapat banjir dukungan dari netizen yang aktif di facebook. Seperti salah satu grup besar Anak Medan Kompak (AMK) Sedunia yang beranggotakan 22.966 orang. REDI mendulang banyak simpati dari netizen.

Salah satu Postingan foto bersama dengan mengacungkan 2 jari dengan caption foto ” AMK Sedunia Maju Bersama Ramadhan Pohan, Salam 2 Jari,”.

Dari foto yang dikirim oleh Haji Syahlan Gonjes Siregar pada 1 oktober 2015 itu Mendapat 97 like dan 16 komentar.

Beberapa Komentar dari postingan itu yakni, Ridon Pandingan yang menuliskan “REDI Yes,”. Sedangkan
Aidha Yana Pane menuliskan,”Awaq pilih Redilah, malas yg lain..” Tulis Ridon.




Haji Syahlan Gonjes Siregar juga sempat memposting kiriman dengan tulisan.
“Aku punya harga diri, diriku tak bisa ku jual untuk kepentingan diriku. Aku bukan seorang penghianat, harga diriku tak bisa dibeli, harga mati untuk Medan. Mari kita bangun Medan bersama Ramadhan Pohan, dari kita untuk kita juga. Medan harus jaya,” tulis Syahlan di grup facebook AMK Sedunia pada 29 September 2015.

Pada postingan itu, netizen memberikan respon yang baik. Bahkan banyak netizen yang memberikan komentar positif tentang REDI. Alahasil postingan itu mendapat 177 Like dan 69 komentar.

Salah satu komentar di postingan itu yakni dari Bank Nadly yang menuliskan “Makanya bang, kita harus ada “Perubahan”, terutama untuk nahkoda kota Mwdan, jangan kita terombang ambing ditengah perjalanan dikarenakan nahkodanya kecebur ke laut, yang sudah “REDI” ajalah kalau mau Perubahan,” tulis Nadli.

Sementara di postingan yang sama, Anugra Pratama Siregar menuliskan “menang atau kalah itu sudah ditentukan oleh tuhan. Hasil Pilkada Medan nanti juga sudah ditentukan oleh tuhan. Tapi kami generasi muda tahu mana jalan rusak atau jalan mulus. Pemimpin yang lama berhasil dari mana ? Sampah aja berserakan, banjir dimana2, gepeng dimana2.. Medan ini sudah rusak, jangan bohongi. Warga Medan.. Kami warga Medan ini pintar-pintar bung,” tulis Anugra.

Sementara pada postingan foto Ramadhan yang meninjau lokasi sampah yang berserakan di sungai Deli pada tanggal 29 September mendapat 130 like dan 156 komentar.

Salah seorang yang memberikan komentar yakni Benny Tomasoa menuliskan “semakin hari pendukung bg Ramadhan & Edi semakin banyak…. Ayo bg berjuang trus.. Dgn iklas dan tujuan yg mulia membangun kota Medan… Utk yg lebih baik..”.

Sementara, Ahmad Mulyadi menuliskan “Keluarga kita sudah siap lahir dan bathin dukung, mendoakan dan memenangkan Bang Ramadhan Pohan,”.

Terpisah di grup facebook Warung Kedan (Warung Keluarga Ramadhan Pohan) yang beranggotakan 23.161 orang. REDI juga mendapat banyak dukungan di grup tersebut.

Beberapa netizen yang mendukung REDI juga mempostingan foto dukungan. Seperti foto yang dikirim Debbi Safinaz saat bersama kerabat di Posko REDI di Jalan Gajah Mada.

Hendra Gunawan juga memposting foto keluarga besar Siregar yang mengacungkan 2 jari di grup warung Kedan.

Sementara, Foto yang paling banyak mendapat perhatian dari netizen yakni foto Ramadhan saat dicium orangtua di Medan Marelan. Foto tersebut  mendapat 111 like dan 51 komentar.

Komentar yang masuk dikiriman tersebut yakni dari Surya Gunawa yang menuliskan ” Semoga apa yang didoakan ibu itu terkabul. Amin…”

Sementara, Segito menuliskan¬† “Semoga tetap jaya dan bila jadi, jangan lupakan orang kecil akar rumpu”tuliskan di grup warung Kedan.

Hingga saat ini, isu pilkada masih hangat dibincangkan di media sosial. Tidak hanya dukungan saja, kritik dan saran juga diterima calon wali kota Medan di media sosial. (dedi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.