Sumut Siap Untuk Pendidikan Inklusif

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Sekolah Inklusi

Medan,  Jelasberita.com | Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdiksu), Dra. Erni Mulatsih, M.Pd., mengadakan pertemuan dengan USAID PRIORITAS dan Komunitas Turun Tangan Medan. Pertemuan digelar di Aula Disdiksu, Jalan Cik Ditiro, Medan, Jumat (2/10). Rembuk ini guna membicarakan kesiapan Sumatera Utara sebagai provinsi penggagas Pendidikan Inklusif.




Pendidikan inklusif adalah pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan anak normal. Beberapa daerah di Indonesia sudah menjalankan program kerja ini, seperti daerah Jawa Barat dan Jawa Timur.

Pendidikan inklusif membutuhkan sekolah inklusi sebagai wadah untuk mengembangkan bakat anak berkebutuhan khusus. “Hal ini dijelaskan dalam Permen Diknas 1997, setiap Kabupaten/Kota harus memiliki sekolah inklusi meliputi satu SD, satu SMP dan satu SMA atau SMK,” ungkap Erni.

Permen Diknas tersebut diperbaharui lagi pada 2009 yang berbunyi, setiap kecamatan harus memiliki minimal satu SD dan satu SMP inklusi. Mengacu pada Peraturan Menteri tersebut, Disdiksu segera mencanangkan program kerja untuk mencapai tujuan tersebut.

“Sekolah inklusi berbeda dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) karena inklusi mengikuti kurikulum sekolah reguler, tetapi ditambahkan kelas untuk anak berkebutuhan khusus dan difasilitasi dengan Guru Pendamping Khusus (GPK),” ujar Erni.




Binjai merupakan Kabupaten/Kota yang sudah memiliki sekolah inklusi di Sumatera Utara, karena Kadisdik di sana merupakan mantan Kabid Dikdas dan PK Disdik Sumut yang mengerti soal inklusi dan anak berkebutuhan khusus.

Dinas Pendidikan menggandeng USAID PRIORITAS dan Komunitas Turun Tangan Medan dalam menjalankan program ini. Erix Hutasoit selaku Provincial Communication Specialist mengatakan pendidikan inklusi penting untuk anak berkebutuhan khusus karena setiap anak punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

“Dalam mindset kita, anak berkebutuhan khusus adalah anak tidak mampu itu salah. Anak berkebutuhan khusus itu memiliki kecerdasan yang berbeda dan jika dikembangkan akan hebat sekali,” jelas Erix.

Harapan paling besar dari program pendidikan inklusif ini adalah agar pemerintah punya kebijakan nyata untuk mendorong akses anak kebutuhan khusus. “Guru-guru untuk sekolah inklusi harus dibantu secara teknis dan Peraturan Menteri tahun 2009 dapat diterapkan dengan sebaik-sebaiknya,”  tutup Erix.

One Response to "Sumut Siap Untuk Pendidikan Inklusif"

  1. Sari Ramadhani   2 Oktober 2015 at 23:44

    ?

    Balas

Leave a Reply

Your email address will not be published.