Makan Sambil Berjalan Sudah Menjadi Pola Hidup

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Image via totinx.com
Image via totinx.com

Medan, Jelasberita.com | Dengan banyaknya aktifitas dan jadwal yang padat, terkadang membuat orang kesulitan untuk mengatur jam makan mereka. Solusinya adalah dengan memesan makanan cepat saji seperti burger, sandwich atau varian makanan praktis lainnya. Kemudian makan sambil berjalan, hal ini sudah menjadi hal yang lumrah bagi kebanyakan orang. Tentu saja kebiasaan ini jika rutin dilakukan pasti memiliki dampak bagi tubuh. Salah satunya adalah memicu makan lebih banyak.

Hal ini didukung dengan kemasan makan cepat saji, seperti sandwich yang dibuat sedemikan rupa agar nyaman dan sederhana, tidak berkuah sehingga mudah dinikmati sambil berjalan. Sama halnya dengan makanan sejenisnya seperti kebab, burger, atau makanan yang menggunakan cup dan sendok.




Para para ilmuwan dan peneliti dari University of Surrey tertarik untuk melakukan penelitian dengan kebiasaan makan sambil berjalan, untuk melihat dampak makanan yang dimakan sembari jalan dalam tubuh manusia.

Terdapat 3 kelompok yang terdiri dari 60 orang wanita. Kelompok ini dibentuk untuk membantu proses penelitian. Tujuannya agar dapat menjelaskan tingkat nafsu dan tingkat kekenyangan setelah makan. Perkelompok terdiri atas 20 orang wanita yang menikmati sereal bar saat menonton TV, 20 orang wanita yang memakan sereal bar selagi berjalan, dan 20 orang wanita yang makan sereal bar sambil ngobrol dengan teman.

Ternyata pada saat penelitian berlangsung didapati bahwa kelompok wanita yang makan sambil berjalan lebih banyak megkonsumsi makanan, bahkan bisa makan cokelat 5 kali lebih banyak. Para peneliti juga menemukan bahwa makan makanan sambil berjalan dapat membuat perut lebih banyak menampung makanan.

Namun sebelum meneruskan kebiasaan ini, perlu diketahui juga terdapat dampak negatif dengan kebiasaan makan sambil berjalan. Jika meminum air maka air tersebut langsung menuju kantung kemih tanpa melalui proses penyaringan oleh sfringer. Pengendapan pada salurran ureter dapat terjadi. Sisa-sisa limbah pada ureter yang mengendap akan menjadi krstal di ginjal.




Begitu juga dengan makan sambil berjalan, jika dilakukan secara berulang-ulang dapat menyebabkan luka pada lambung dan dinding usus. Hal ini juga akan memicu reflux asam lambung, yang pada akhirnya naik ke esophagus, serta menyebabkan iritasi pada sel-sel kerongkongan.

Lebih disarankan makan dan minum sambil duduk, karena memilik banyak manfaat baik untuk kesehatan. Selain tubuh merasakan kesegaran air yang masuk, makanan atau minuman tersebut melewati dinding usus secara lembut dan perlahan. (Alex)

Leave a Reply

Your email address will not be published.