IPM Sumut Urutan ke-10 Nasional

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




info wisata medan7Medan, Jelasberita.com | Indeks pembangunan manusia (IPM) Sumatera Utara (Sumut) berada di urutan ke-10 secara nasional dengan menggunakan metode baru, masih di bawah Kepulauan Riau, Riau, dan Sumatera Barat secara regional Pulau Sumatera. Bila menggunakan metode lama, IPM Sumut 2014 masih lebih tinggi, yakni peringkat ke-8, masih di atas Sumatera Barat. Dengan menggunakan metode lama, IPM Sumut di tahun sebelumnya juga cenderung lebih tinggi. Metode baru ini mulai digunakan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun ini.
Perubahan posisi IPM Sumut secara nasional ini disebabkan perubahan indikator yang digunakan oleh BPS dalam perhitungan. Perubahan indikator tersebut di antaranya pada metode lama menggunakan angka melek huruf, rata-rata lama sekolah (RLS) 15 tahun, pengeluaran per kapita disesuaikan 27 komoditas dalam menghitung paritas daya beli, rata-rata hitung, dan reduksi shortfall (RSF). Sedangkan pada metode baru menggunakan harapan lama sekolah (HLS), rata-rata lama sekolah (RLS) 25 tahun, pengeluaran per kapita disesuikan 96 komoditas, rata-rata geometrik, dan pertumbuhan aritmatrik.
“Indikator yang sama pada metode lama dan baru hanyalah angka harapan hidup saat lahir (AHH), selebihnya indikatornya berbeda. Paling terasa itu saat pengukuran rata-rata lama sekolah dan pengeluaran per kapita yang tadinya 27 menjadi 96 komoditas. Perubahan metode ini disesuaikan dengan keadaan sekarang ini. Tahun sebelumnya kebutuhan kita masih belum banyak. Misalnya, siapa lagi yang tidak butuh pulsa sekarang. Barang yang dulu dianggap masih kebutuhan mewah sekarang sudah jadi kebutuhan pokok,” ujar Kepala BPS Sumut Wien Kusdiatmono, dalam sosialisasi IPM di Hotel Inna Dharma Deli, Rabu (30/9).
IPM Sumut dengan metode lama pada 2013 mencapai 75,55, dengan menggunakan metode baru 68,36. Mulai tahun 2014 IPM diukur menggunakan metode baru, dan pada tahun tersebut IPM mencapai 68,87, cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Bila dibandingkan secara daerah di Sumut, Medan merupakan daerah dengan IPM tertinggi dibandingkan daerah lain meski dikategorikan tinggi pada IPM yakni mencapai 78,26, sementara yang terendah yakni Nias Barat 57,54. Lima daerah dengan peningkatan IPM tersignifikan atau top movers antara lain Nias, Labuhanbatu, Nias Selatan,  Serdang Bedagai dan Nias Barat.
IPM merupakan indikator penting guna mengukur keberhasilan membangun kualitas hidup manusia di suatu daerah, provinsi atau negara. Tiga aspek dasar IPM yaitu a long and healthy life (umur panjang dan hidup sehat), knowledge (pengetahuan) dan a decent standard of living (standar hidup layak).
Hadir sebagai narasumber, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut Arsyad Lubis, mengatakan, IPM sangat penting  untuk perencanaan pembangunan sehingga tetap dipakai sebagai acuan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) provinsi maupun kabupaten/kota.
Ia mengatakan Sumut berupaya untuk meningkatkan IPM dengan pendekatan perencanaan pembangunan. Beberapa langkah yang ditempuh, katanya, antara lain masukan dari politik atau hasil reses DPRD di daerah jadi masukan untuk dibahas dalam Musrenbang), juga masukan dari atas bawah (pemerintah ke rakyat), dari bawah atas (rakyat ke pemerintah). Masukan dari teknokrat (ahli, termasuk perguruan tinggi) dan partisipatif masyarakat.
Ia menyebut salah satu indikator keberhasilan Pemerintah Daerah dilihat dari IPM nya. Jadi Sumut sendiri tahun 2018 menargetkan IPM 78,41 persen. Artinya kualitas hidup Sumut dilihat dari kesehatan, pendapatan dan pendidikan.
  Menurut dia, untuk meningkatkan IPM, Sumut sudah menargetkan misalnya harapan hidup tahun 2018 rata-rata  umur 72 tahun, juga angka melahirkan dan pertumbuhan ekonomi.
  Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, katanya, Sumut tidak hanya mengandalkan sumber daya alam (SDA) tapi juga peningkatan pengelolaan sumber daya alam. Sebab seperti Kalimantan yang mengandalkan SDA maka ekonominya merosot. Kawasan industri Sei Mangke di Simalungun disiapkan untuk meningkatkan taraf hidup dalam rangka mengatasi bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(ti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.