Disdiksu Gandeng USAID PRIORITAS Wujudkan Pendidikan Inklusif

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Usaid2

Medan, Jelasberita.com | Erni menggandeng USAID PRIORITAS untuk mendeklarasikan dan menjalankan program Pendidikan Inklusif. Hal itu terungkap dalam rapat yang digelar di Aula Disdik Sumut, Jalan Cik Ditiro, Medan, Jumat (2/10).




Erni setelah dikonfirmasi mengungkapkan ia datang ke USAID dan mengajak USAID sebagai sukarelawan untuk membantu mencanangkan program pendidikan inklusi tersebut

Berdasarkan Permen Diknas 1997, setiap Kabupaten/Kota harus memiliki sekolah inklusi minimal satu SD, satu SMP dan satu SMA/SMK. Setelah diperbaharui Permen Diknas 2009, setiap Kecamatan harus memiliki sekolah inklusi minimal satu SD dan satu SMP .

Sumut memiliki 33 Kabupaten/Kota. Dari jumlah tersebut hanya Binjai yang sudah memiliki sekolah inklusi. “Ini menjadi perhatian besar kami. Kami perlu bekerja keras untuk mewujudkan program ini,” ujar Erni.

Erix Hutasoit selaku USAID Provincial Communication Specialist mengatakan, untuk mewujudkan Sumut sebagai provinsi yang inklusif, pemerintah harus punya kebijakan nyata guna mendorong adanya akses kuat bagi anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan setara dengan anak normal dan tanpa diskriminasi.




“Anak berkebutuhan khusus itu bukan anak yang tidak mampu. Tetapi memiliki kecerdasan yang berbeda. Jika dikembangkan mereka akan hebat sekali. Contohnya Beethoven, legenda piano yang tuli dan buta atau Thomas Alpha Edison yang dicap gurunya bodoh namun dapat menciptakan bola lampu,” pungkasnya. (Rama)

Leave a Reply

Your email address will not be published.