Tosan Aktivis Anti Tambang Mengalami Kondisi Kritis

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Image via lacak.id
Image via lacak.id

Jakarta, Jelasberita.com | Tosan (48), aktivis sekaligus petani sedang menjalani perawatan di ICU RSUD di Lumajang, Jatim. Dia kini dijaga polisi. Sudah beberapa hari ini, aktivis penolak tambang di Pantai Watu Pecak Kabupaten Lumajang Jawa Timur dipukuli hingga mengalami kondisi kritis ini menjalani perawatan intensif. Kondisi Petani asal Desa Selo Awar–Awar Lumajang ini sudah bisa membuka kelopak matanya setelah 2 hari koma.

Teman korban Abdul Rosyid menjelaskan bahwa lambung Tosan terluka karena senjata tajam, kepalanya terluka kena cangkul, namun saat Tosan menjalani perawatan di rumah sakit. Tosan belum masuk BPJS, jadi mesti membayar secara mengutang yaitu hari pertama Rp 1,5 juta dan hari kedua Rp 1,8 juta buat bayar obat. “Ini pinjem-pinjem, Pak Tosan nggak punya uang,” jelas Rosyid. Rabu (30/9/2015)




Meski ditempatkan di ruang isolasi, Nurhayati menyebut tidak ada seorang pun pejabat Pemkab Lumajang yang datang membesuk. Biaya pengobatan untuk suaminya sepenuhnya ditanggung pihak keluarga.

“Polisi hanya turut mengawal suami saya saat dibawa ke rumah sakit, setelah itu tidak ada lagi. Biaya pengobatan juga dari kami sendiri,” ucap Nurhayati.

Hingga kemudian ada yang membantu mengurus BPJS dan kini tidak lagi membayar obat. Orang tersebut merasa kasihan dengan keluarga Pak Tosan ini yang cuma tukang kayu. Sehingga hatinya tergerak untuk menolong. “Alhamdulillah, sudah nggak bayar. Cuma itu kan sudah utang buat bayar obat” Imbuhnya

Kendati demikian, pihak keluarga tidak mempermasalahkan itu semua. Terpenting adalah kesehatan Tosan terus membaik. Pihak keluarga juga menyerahkan penanganan kasus ini ke kepolisian, agar mengusut kasus itu sampai tuntas.




Kondisi Tosan yang dikeroyok puluhan orang karena menolak tambang ini masih menjalani perawatan. Keadaannya sudah membaik dan sudah bisa komunikasi. Tosan didampingi oleh ibu dan istrinya, sedangkan anaknya dua orang perempuan yang masih di SMA dan SD sudah mengungsi ke rumah neneknya. Tosan merupakan tulang punggung keluarga, keluarga Tosan terpaksa minjam uang untuk biaya perobatan.

Abdul, salah satu tetangga yang datang untuk membesuk Tosan, mengakui kalau Tosan adalah sosok yang berani dalam menentang aktivitas penambangan di desanya. Tosan dikenal sebagai salah satu aktivis Forum Petani Anti Tambang Desa Selo Awar–Awar. Tosan pengurus di Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Pesisir Pantai Watu Pecak.

Rosyid tetap setia menunggui Tosan, baru setelah tiga hari bisa berganti baju. Di tengah kekhawatiran, dia rela menunggu temannya yang dirawat di ICU karena dikeroyok mereka yang pro pada tambang.

“Alhamdulillah sekarang sudah ada petugas polisi yang berjaga,” tutup dia. Sebelumnya sejak pertama Tosan dirawat tidak ada seorang petugas kepolisian pun yang berjaga di rumah sakit tersebut. (Alex)

Leave a Reply

Your email address will not be published.