KHM Gelar Sosialisasi Hidroponik Lanjutan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Komunitas Hidroponik Medan

Medan, Jelasberita.comKomunitas Hidroponik Medan (KHM) meyakini hidroponik menjadi tren usaha masa kini yang akan terus populer di masa mendatang mengingat kebutuhan manusia terhadap pangan terus meningkat seiring lonjakan penduduk. Selain itu, berkurangnya lahan pertanian menyebabkan para petani tidak lagi dapat mengandalkan metode bertanam secara konvensional serta kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi sayuran sehat terus meningkat, ujar Pendiri Komunitas Hidroponik Medan Samuel Wu, dalam workshop Advance Batch II di Gedung UPT Mekanisasi Pertanian, Minggu (20/9).




Acara yang dihadiri oleh para pejabat Dinas Pertanian Kota Medan dan Dosen Fakultas Pertanian USU serta anggota KHM ini membahas topik bagaimana cara memproduksi sayur, memasarkan, mengelola kebun, menanggulangi hama, dan penerapan sistem yang tepat untuk sayur hidroponik. Seluruh materi disampaikan langsung oleh Paktani Hydrofarm adalah Praktisi dan Pakar Hidroponik di Indonesia dan kegiatan juga didukung oleh Koperasi Hidroponik Medan.

“Koperasi Hidroponik Medan bekerja sama dengan Komunitas Hidroponik Medan mengadakan workshop lanjutan hidroponik bertujuan mendorong masyarakat umum untuk lebih serius mengaplikasikan hidroponik menjadi penghasilan. Di tengah gonjang-ganjing kenaikan dolar yang semakin tinggi, hidroponik bisa menjadi solusi bagi usaha kita. Kita harus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Salah satunya adalah dengan cara memproduksi sayuran segar kualitas terbaik dengan sistem hidroponik,” ujar Samuel Wu.

Bahkan jika dikembangkan dan didukung oleh pemerintah, swasta dan instansi yang ada, menurutnya, hidroponik dapat menjadi suatu komoditas unggulan yang bersaing dengan negara lainnya pada perdagangan bebas. Selama ini para petani kurang merasakan hasil panen mereka dikarenakan mata rantai yang begitu panjang yakni- dari petani ke tengkulak, tengkulak ke pengepul, pengepul ke pasar induk, pasar induk ke pasar tradisional, sampai ke warung kecil.  Semua segmen mengambil keuntungan.

Pelatihan tersebut juga dimaksudkan guna memutus mata rantai yang panjang sehingga para petani bisa memperoleh penghasilan yang lebih layak dan konsumen bisa mengonsumsi sayuran segar yang lebih murah. Pihaknya juga membagikan ilmu, trik dan tips baru untuk menjalankan bisnis hidroponik kepada para peserta. Dengan perkembangan hidroponik dan ragamnya terus-menerus membuktikan tren usaha ini tidak akan pernah mati. (ti)




Leave a Reply

Your email address will not be published.