Sejarah Penurunan Pasar Saham dan Pemulihannya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Saham
Medan, Jelasberita.com | Guncangan pasar keuangan, khususnya pasar saham belakangan ini bukan yang pertama kali terjadi dalam sejarah. Panin Sekuritas mencatat sejak 1946, pasar saham global telah mengalami bearish (penurunan) lebih dari 14 kali. Dari 14 kali kejadian tersebut, rata-rata pemulihan pasar mencapai tiga tahun. Bahkan, ada durasi pemulihan yang hanya mencapai 18 bulan yakni pada 1987, ungkap Penasehat Investasi Panin Sekuritas, Darmin MBA, dalam seminar “Weathering Uncertain Markets”, di Grand Angkasa, Sabtu (19/9).
Ia mengemukakan, siklus ekonomi dan bursa saham merupakan hal yang lazim. Data historis membuktikan krisis besar dan kecil memang memengaruhi ekonomi dan pasar modal maupun investasi saham dan reksadana. Kuncinya, katanya, krisis yang dahsyat, yang berimbas terhadap perlambatan ekonomi dan penurunan drastis dalam pasar modal adalah bila terjadi suatu peristiwa yang tidak terduga dan pengaruhnya signifikan yang diistilahkan Black Swan event.
Contoh Black Swan event antara lain serangan teroris di World Trade Centre (WTC) 911 pada 2011 dan bangkrutnya Lehman Brother pada 2008 yang menyebabkan pasar turun tajam. Akan tetapi fakta historis membuktikan semua krisis dan penurunan yang akan pulih dan dalam jangka panjang kenaikannya lebih tinggi lagi.
“Kalau market or indeks bursa saham turun 5-10 persen, biasanya 4 bulan pasar akan pulih. Bila turun lebih dari dari 20 persen, waktu pulihnya sekitar 18 bulan sampai dengan 3 tahun. Kesimpulan ini didasarkan pada riset yang kami catat sejak 1946. Penurunan pasar saham akibat pengaruh isu penaikan Fed rate bukanlah hal yang dikategorikan Black Swan event. Sebab penaikan Fed rate bukanlah sesuatu yang baru” ulasnya di hadapan para peserta yang adalah para investor pasar modal.
Target IHSG
Ia memaparkan jadwal rapat kebijakan Fed yang akan menjadi penentu penting dalam sikap Fed yakni 8 Oktober 2015 Fed akan merilis notulen rapat, 27-28 Oktober rapat Fed, juga pada Desember tahun ini. Ia pun menguraikan prediksi target indeks harga saham gabungan (IHSG) secara optimis, moderat, dan konservatif.
“Dengan ekonomi yang tumbuh melambat 5,2 persen pada 2015 dan pertumbuhan laba per lembar saham (EPS) 12%, kami memperkirakan indeks pada 2015 turun ke target optimis kami di 5.176. Target IHSG ini relatif optimis karena rata-rata PE 2010-2014 mencapai 18,8x. Pendorong utamanya adalah pengembangan infrastruktur, sedangkan target indeks moderat 5.038 dengan potensi penurunan 3,61 persen, target indeks konservatif 4.853 dengan potensi penurunan 7,15 persen, dan target indeks pesimis 4.249 dengan potensi penurunan 18,70 persen” jelasnya. (ti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.