Jokowi Tolak Ide untuk Menaikkan Gaji Presiden

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Jokowi Tolak Ide untuk Menaikkan Gaji Presiden

Jakarta, Jelasberita.com | Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa ia menolak ide yang diutarakan oleh sejumlah anggota parlemen yang ingin menaikkan gaji Presiden. Ia juga menyatakan bahwa hal tersebut malah akan membuat dirinya merasa malu, sebab sangat tidak pantas rasanya di kala negara sedang mengalami perlambatan ekonomi seperti saat ini, dirinya malah mendapat kenaikan gaji.




“Jangan konyol, di saat negara masih mengalami perlambatan ekonomi seperti ini, tak pantas rasanya membicarakan masalah gaji ataupun tunjangan.”ujar Jokowi saat ditemui di Istana Negara, seperti yang dikutip dari laman The Jakarta Post.

Namun sayangnya, pemikiran bijak Jokowi, tidak diikuti oleh sejumlah anggota parlemen, sebab di tengah lesunya laju ekonomi, mereka  malah masih meminta dana tambahan untuk disalurkan atas nama mereka, padahal beberapa waktu yang lalu, Departemen Keuangan telah setuju untuk menaikkan tunjangan para anggota DPR, dan keputusan tersebut tentunya memicu kritikan pedas dari publik.

Sementara itu, salah satu anggota DPR Komisi II dari PDI-P, Tagore Abubakar, mengungkapkan bahwa sebaiknya gaji Presiden disesuaikan dengan tingkatan otoritas, sehingga mencegah seorang pejabat negara yang tingkat otoritasnya di bawah Presiden mendapatkan gaji yang lebih tinggi.

Menurut Tagore, saat ini gaji pokok (sebelum ditambah tunjangan) Presiden Republik Indonesia hanya mencapai Rp. 62.000.000 yang memang belum berubah sejak tahun 2004 yang lalu, hal tersebut sangat berbeda dengan gaji yang diterima oleh para direksi BUMN yang setiap bulannya dapat menerima gaji antara Rp. 200.000.0000 hingga Rp. 500.000.000. (ysp)




Leave a Reply

Your email address will not be published.