Melawan Saat Dirampok, Kakek 70 Tahun Tewas Mengenaskan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Tersangka 3

Medan, Jelasberita.com | Ridho Haidir (70) ditemukan warga terbujur kaku di kamar kontrakannya  di Dusun 25, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (19/9) sekira jam 20.00 wib.







Adalah Sumantri (31) sang pemilik kontrakan yang juga tinggal bersebelahan dengan korban pertama sekali yang menemukan jasad korban. Dari penuturan Sumantri, malam itu, rumah kontrakan korban dalam keadaan gelap, kemudian dirinya pun menghidupkan lampu rumah korban. Karena pintu rumah tidak dalam terkunci, dirinya terkejut melihat korban yang tergeletak di tempat tidurnya sudah dalam tewas dengan kondisi tak bernyawa.

“Saya lihat, udah malam, lampu rumahnya kok belum hidup. Pas aku mau hidupkan, ku lihat dia (korban) udah tergeletak bersimbah darah di tempat tidurnya. Aku langsung terkejut dan teriak minta tolong,” ungkapnya.

Melihat kondisi korban yang tewas belumuruan darah dengan kepala terbungkus kain, dirinya menduga kalau korban tewas lantaran dibunuh oleh pelaku perampokan. Pasalnya, kreta Suzuki Smash warna Hitam lis Biru dan sepeda angin milik korban, sudah tak berada dirumah kontrakannya, sejak kejadian tersebut.

“Biasa, kretanya selalu ada dirumah. Tapi, setelah kejadian itu, kreta dan sepedanya pun menghilang. Padahal, baru 2 bulan bapak itu ngontrak disini, perbulannya Rp.300 ribu. Dia (korban) hidup tinggal sebatang kara,” ungkapnya.




Hal senada juga diungkapkan, Basari (55) warga sekitar. Pria setengah baya yang bekerja sebagai tampal ban ini, mengatakan, kalau  korban tingga di rumah kontrakan tersebut hanya seorang diri. Dari penuturannya juga, korban dikenalnya berjualan sepatu keliling menggunakan kretanya.

“Setahu saya, dia (korban) pindahan dari Jalan Pancing. Katanya, korban dulunya seorang Pendeta yang sudah masuk islam (mualaf). Dan yang saya tahu, bapak itu kerjanya jualan sepatu keliling, yang gak punya anak,” jelasnya.

Keterangan kedua saksi mata itu, juga dikuatkan dengan pengakuan, Kepala Dusun 25, M Arifin, yang mengetahui jika korban baru 2 bulan mengontrak di rumah tersebut. Dugaan tewasnya korban juga dikatakannya, kalau dibunuh perampok yang ingin menguasai harta benda milik korban.

“Korban baru menyewa disini bang, kurasa dibunuh dia (korban). Soalnya, ditemukan ada bekas tindakan kekerasan di kepala korban, kedua mata memar, dan kepala dibungkus kain. Selain itu, kreta dan speda angin korban juga hilang,” ujarnya, saat ditemui wartawan dilokasi kejadian.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsekta Percut Sei Tuan, AKP Luhut B.Sihombing, membenarkan kejadian tersebut. “Ya, memang ada korban pembunuhan, kita masih ke lokasi,” bilangnya malam itu.

Perwira 3 balok mas ini juga menjelaskan, kalau indikasi pembunuhan terkuak, lantaran ditemukannya adanya kekerasan pada tubuh korban, serta adanya unsur pencurian. “Ada unsur kekerasan pada korban dan pencurian. Namun lebih lanjutnya, kita masih melakukan penyidikan dan penyelidikan. Saat in, jasad korban sudah kita bawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan,” pungkasnya. (dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.