Gubernur DKI Jakarta akan Bangun 50.000 Unit Apartemen

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Beberapa pekerja Tambang Emas Martabe tengah memperbaiki dinding gudang dengan menggunakan alat pelindung diri dan peralatan keselamatan untuk bekerja di ketinggian.
Beberapa pekerja Tambang Emas Martabe tengah memperbaiki dinding gudang dengan menggunakan alat pelindung diri dan peralatan keselamatan untuk bekerja di ketinggian.

Jakarta, Jelasberita.com Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama telah mengungkapkan ambisinya untuk membangun 50.000 apartemen di Jakarta pada 2017 mendatang.

“Ada dua jenis apartemen murah yakni rusunawa [disewa] dan rusunami [kepemilikan] yang rencananya akan dibangun di Jakarta” kata Ahok seperti dikutip kantor berita Antara. Menurut Ahok, apartemen tidak hanya untuk orang miskin dan membutuhkan, namun juga untuk warga kelas menengah.




“Saat ini, ada banyak warga kelas menengah yang tidak mampu membeli rumah di Jakarta, dan memilih untuk tinggal di daerah sekitar Jakarta. Dengan apartemen, mereka dapat tinggal di sana selama hari kerja, dan pulang selama akhir pekan, “kata Ahok.

Ia mengatakan bahwa dari total 50.000 unit apartemen, nantinya 12.000 unit (sekitar 24 persen) akan berupa rusunami dan dibangun untuk warga kelas menengah.

Rencana ini ada kaitannya dengan rencananya saat ini untuk mengkonversi lahan yang ada di Kemayoran, Jakarta Pusat, (yang sebelumnya digunakan sebagai bandara kota) menjadi 7.200 unit apartemen, dan akan digunakan sementara sebagai kompleks asrama atlet selama Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Jakarta.

Ahok juga mengungkapkan rencananya untuk membangun 2.300 unit rusunami di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, dan 2.500 unit lainnya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, serta lokasi lainnya seperti Tanah Abang di Jakarta Pusat dan Grogol di Jakarta Barat.




“Nantinya, akan segera ada banyak apartemen di daerah pusat kota,” kata Ahok.

Dengan jumlah penduduk sekitar 10 juta, pengembangan perumahan bagi penduduk kota nampaknya memang akan menjadi salah satu perhatian utama dari pemerintah kota Jakarta, disamping masalah mendesak lainnya seperti banjir dan kemacetan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.