Dua Preman Peras Para Pedagang Keliling

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Tersangka 2
Ilustrasi Foto

Medan, Jelasberita.com | Lima pedagang keliling yang kerap mangkal di Jalan Cemara, persisnya Simpang BW atau Jalan H.Anif, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan mendatangi Polsek Percut Seituan, Jumat (18/9) guna melaporkan pemerasan yang kerap dilakukan dua preman.

Para pedagang ini kerap diperas saat berjualan di  “Setiap hari kami para pedagang di sana, dimintai uang keamanan. Pelakunya dua orang, preman setempat. Keduanya memiliki tato,” ungkap Alif Nasution (23) pedagang es, warga Jalan Pancing II.







Pria yang masih lajang ini mengatakan, dirinya kerap diperas dengan meminta uang Rp.5000 sampai Rp.10.000. “Kadang ngasihnya paling sedikit Rp.5 ribu dan Rp.10 ribu. Itu lain lagi ngambiL dagangan kami sesuka hati dan gak pernah bayar. Kalau gak dikasih barang jualanku dirusaknya, atau aku yang dipukul mereka. Tadi aku sempat ditendangnya, karena gak ngasih. Soalnya belum dapat duit,” katanya.

Belakangan diketahui, kedua pelaku diketahui bernama, Andi (34) warga Jalan Pancing I, Gang Family, Desa Medan Estate, dan rekannya, Hendra Susanto (33) warga Jalan Saentis, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Keduanya kemudian diringkus petugas dari lokasi pemalakan di Simpang Cemara lalu diboyong ke kantor polisi. Keduanya digari agar pelaku tak bisa lari guna diperoses di Mapolsek Percut. Penangkapan terhadap kedua pelaku, berawal dari laporan pedagang yang hendak dianiaya, lantaran tidak memberikan upeti kepada keduanya. Beruntung, aksi penganiayaan yang dilakukan terhadap kedua pelaku kepada pedagang tak berlarut.

“Sudah 3 tahun mereka terus memeraskami para pedagang. Nanti kalau tak diberi mereka mengancam kami dan membuat rusak dagangan kami. Aku pun setiap hari dimintai mereka Rp.5ribu-Rp.10ribu,” ungkap Kesuma (30) pedagang rujak warga Jalan H.Anif, Medan.




Kesuma menambahkan, selain memeras para pedagang, kedua pelaku juga kerap memeras para supir truk. Menurutnya, diantara kedua pelaku, Hendro (tersangka) yang paling kejam, karena mau mengancam jika tidak diberikan uang tersebut.

Salah seorang tersangka, Andi, menepis segala tuduhan yang dialamatkan padanya. “Mana pernah saya minta uang sama mereka, Bang, saya saja gak tahu apa salah saya. Saya tadi lagi minum kopi di warung, tiba-tiba ditangkap,” ujarnya.

Hendra Susanto memang mengakui perbuatannya kalau ia sering meminta uang kepada para pedagang. Setiap hasil kutipan perharinya dari para pedagang dan mobil truk, digunakan untuk minum-minum. “Memang kami berdua yang minta uang mereka, setiap hari kami mintanya, Bang. Itu uang kutipan dari kami yang jaga di sana. Dan uangnya kami pakai untuk beli minuman,” ungkap mantan napi yang pernah tersangkut kasus narkoba ini.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsekta Percut Sei Tuan, AKP Luhut B Sihombing, mengatakan kedua tersangka mengakui sering memeras para pedagang. “Kami mendapat laporan dari para pedagang yang resah atas ulah keduanya, dari situ kami langsung turun ke lokasi dan mengamankan kedua pelaku. Keduanya merupakan residivis terkait masalah pidana yang lain. Namun, keduanya masih kami interogasi,” tukasnya. (Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.