Kabut Asap Sebabkan Beragam Penyakit untuk Warga Riau

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Kabut Asap Sebabkan Beragam Penyakit untuk Warga Riau
Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru kian pekat. Selain memperpendek jarak pandang, kabut asap juga menyebabkan kualitas udara merosot hingga level berbahaya. Setelah kewalahan menanggulangi, Senin (14/9) pemda setempat akhirnya mengumumkan status darurat dan meminta bantuan pemerintah pusat untuk menanggulangi penderita penyakit akibat asap yang kian hari terus bertambah. Berdasarkan data terakhir, tercatat sudah 25.524 warga di 12 kabupaten/kota di Riau menjadi korban kabut asap. 20.901 orang diantaranya diserang penyakit ISPA

Riau, Jelasberita.com | Badan Kesehatan Riau mengatakan sebanyak 25.524 warga dari 12 kabupaten dan kota dilaporkan menderita penyakit yang disebabkan oleh kabut asap dari kebakaran hutan, yang telah menyelimuti provinsi tersebut sejak awal bulan September.

Kepala badan kesehatan Riau, Andra Sjafril mengatakan bahwa ada 20.901 orang yang kini menderita penyakit pernapasan; 1.920 orang menderita iritasi kulit; 1.356 orang terkena iritasi mata; 893 orang menderita asma; serta 454 orang menderita pneumonia.




“Semua pasien tersebut telah menerima pelayanan medis. Ibu kota Riau, Pekanbaru memiliki jumlah pasien terbesar, diikuti oleh kabupaten Kuantan Singingi dan Siak. Sedangkan, kabupaten Kepulauan Meranti memiliki jumlah pasien terendah, “kata Andra.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman menyatakan bahwa keadaan darurat polusi udara untuk provinsi tersebut telah diumumkan pada hari Senin, kemarin karena kabut asap dari kebakaran lahan dan hutan semakin tebal dan berbahaya.

Mengomentari status polusi udara darurat yang baru-baru ini diumumkan pemerintah daerah Riau, Andra mengatakan bahwa ia telah melarang semua dokter dan paramedis meninggalkan provinsi dalam jangka waktu yang tak terbatas.

Selain itu, Andra juga menambahkan “Saya juga telah membahas dengan Komando Daerah Militer (Korem) 031/Wira Bima dan Polda Riau agar memungkinkan untuk menggunakan tenaga medis mereka jika kita nantinya mengalami kekurangan tenaga medis”.




Andra juga mengatakan bahwa Riau sedang menghadapi kekurangan masker wajah. “Untuk saat ini, kami masih memiliki sekitar 40.000 masker, kami telah meminta pasokan tambahan masker dari pemerintah tapi hingga kini, pasokan masker tersebut belum datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.