Tambang Emas Martabe Raih “Penghargaan Kecelakaan Nihil”

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Beberapa pekerja Tambang Emas Martabe tengah memperbaiki dinding gudang dengan menggunakan alat pelindung diri dan peralatan keselamatan untuk bekerja di ketinggian.
Beberapa pekerja Tambang Emas Martabe tengah memperbaiki dinding gudang dengan menggunakan alat pelindung diri dan peralatan keselamatan untuk bekerja di ketinggian.
 
Batangtoru, Jelasberita.com | Tambang Emas Martabe kembali mendapat “Penghargaan Kecelakaan Nihil” (Zero Accident Award) Penghargaan ini diberikan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, M Hanif Dhakiri melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI no 358 tahun 2015 pada 31 Agustus 2015 atas prestasi PT Agincourt Resources dalam melaksanakan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Prestasi yang dicapai adalah 4.207.320 jam kerja orang tanpa kecelakaan kerja terhitung 1 Januari 2012 sampai dengan 31 Desember 2014.
Sebelumnya, pada April 2013, PT Agincourt Resources juga mendapat “Penghargaan Kecelakaan Nihil” dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar yang ditetapkan dalam Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI nomor 150 tahun 2013 tanggal 22 April 2013. Penghargaan Kecelakaan Nihil ini diberikan dengan pertimbangan selama periode 1 Januari 2012 sampai dengan 31 Desember 2012, Tambang Emas Martabe telah menerapkan Prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3), yaitu selama 3.050.422 jam kerja orang tanpa kecelakaan kerja.
Selain itu, pada September 2014, PT Agincourt Resources juga telah mendapat Penghargaan Piagam Utama Bersimbol Perak dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Penghargaan ini dberikan dengan pertimbangan sepanjang 2013, selama 7,2 juta jam kerja, tercatat tidak ada kejadian berbahaya, kecelakaan kerja katagori ringan dan berat yang menimbulkan korban jiwa.  Hanya terjadi kecelakaan ringan yang dialami oleh kontraktor PT Agincourt Resources sehingga menyebabkan hilangnya hari kerja selama 3(tiga) hari.
Manajemen Tambang Emas Martabe menerapkan 12 aturan utama (Safety Golden Rules) di bidang keselamatan kerja.  Sepanjang 2014, manajemen Tambang Emas martabe telah menyelenggarakan 36 kursus di bidang keselamatan kerja. Beberapa di antaranya wajib diikuti oleh semua karyawan operasional. Program Pelatihan Keselamatan Dasar  mencakup modul-modul mengenai bekerja di ketinggian, bekerja di tempat terbatas, izin kerja dasar serta analisa  keselamatan kerja dan lingkungan. Sekitar 1600 dari 2400 karyawan Tambang Emas Martabe  berasal dari masyarakat sekitar dan hampir semuanya memulai pekerjaan tanpa pengalaman di bidang operasional tambang. Oleh karena itu, pelatihan adala komponen terpenting dalam sistem pengelolaan keselamatan kerja. Tambang Emas Martabe memiliki divisi pelatihan yang berdedikasi  untuk menyediakan pelatihan keselamatan berbasis risiko. Pelatihan dan penyegaran pelatihK3 ini diberikan secara reguler agar karyawan operasional dapat selalu mematuhi aturan keselamatan dan kesehatan kerja selama bekerja.
Atas pencapaian ini, Tim Duffy, Presiden Direktur PT Agincourt Resources,  menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah atas penghargaan ini.  “Pemberian penghargaan ini merupakan sebuah penghargaan bagi seluruh karyawan Tambang Emas Martabe yang telah mengikuti dan mentaati peraturan K3. Kami menyadari resiko terjadinya kecelakaan kerja di dalam industri pertambangan sangatlah tinggi. Namun, resiko tersebut dapat diminimalisir berkat sistem manajemen K3 yang ditaati oleh seluruh karyawan Tambang Emas Martabe. Penghargaan ini juga merupakan bukti dari upaya Tambang Emas Martabe dalam mendukung Program Pemerintah di bidang K3 2015: Melalui Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) kita wujudkan Indonesia Berbudaya K3 dalam menghadapi Perdagangan Bebas. Pencapaian ini akan terus kami pertahankan selama Tambang Emas Martabe beroperasi”, ujar Tim Duffy
Sekilas Tambang Emas Martabe
Tambang Emas Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Propinsi Sumatera Utara, dengan luas wilayah 1.639 km2, di bawah Kontrak Karya generasi keenam (“CoW”) yang ditandatangani April 1997. Tambang Emas Martabe kini telah memiliki sumberdaya 7,4 juta ounce emas dan 70 juta ounce perak dan mulai berproduksi penuh pada awal 2013, dengan kapasitas per tahun sebesar 250.000 ounce emas dan 2-3 juta ounce perak berbiaya rendah.
Pemegang saham Tambang Emas Martabe adalah G-Resources Group Ltd sebesar sembilanpuluh lima  persen, dan pemegang 5 persen saham lainnya adalah PT Artha Nugraha Agung, yang tujuh puluh persen sahamnya dimiliki Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan 30 persen dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Utara.
Lebih dari dua ribu orang saat ini bekerja di Tambang Emas Martabe, tujuh puluh persen direkrut dari masyarakat di empat belas desa di sekitar tambang. Martabe akan menjadi standar acuan bagi G-Resources untuk menjalankan bisnisnya di Indonesia dan di wilayah lainnya, dan terus bertumbuh dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja, kelestarian lingkungan, dan pengembangan masyarakat. (rls/ti)
 Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi situs www.g-resources.com
Untuk informasi lain, hubungi:
Katarina Siburian Hardono
Corporate Communications Senior Manager
·         M +62 811 9005146
·         E  katarina.hardono@g-resources.net

Leave a Reply

Your email address will not be published.