Surplus Neraca Perdagangan Sumut Naik 11,19%, Impor Terbesar Gandum

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




ekonomi-kerakyatan
Medan, Jelasberita.com | Surplus neraca perdagangan luar negeri Sumatera Utara (Sumut) pada Juli 2015 mencapai US$398,59 juta atau naik 11,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai US$358,48 juta. Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut baru-baru ini menunjukkan, apabila angka Juli tahun ini dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, angka tersebut naik 3,47 persen yaitu dari US$385,23 juta pada Juli 2014 menjadi US$398,59 juta pada Juli 2015.
Surplus neraca perdagangan luar negeri Sumut dengan negara mitra utama selama bulan Januari–Juli 2015 berturut-turut antara lain US$362,87 juta dengan Amerika Serikat, US$331,67 juta dengan India, US$228,14 juta dengan Jepang, US$154,09 juta dengan Belanda, dan US$150,99 juta dengan Pakistan, sedangkan defisit perdagangan luar negeri Sumut dengan Singapura US$350,34 juta, Malaysia US$119,67 juta, Argentina US$119,19 juta, Australia US$108,74 juta, dan Kuwait US$13,13 juta.
Terbesar Tiongkok
Pada Juli 2015, nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumut turun dibandingkan Juni 2015, yaitu dari US$678,28 juta menjadi US$651,94 juta atau turun 3,88 persen. Demikian pula, bila dibandingkan dengan Juli 2014 turun 15,90 persen. Penurunan nilai ekspor terbesar pada Juli 2015 terjadi pada komoditi kopi, teh, rempah-rempah US$12,96 juta atau 25,90%, sedangkan peningkatan nilai ekspor terbesar berasal dari golongan produk kimia US$8,22 juta (16,75%).
Ekspor ke Tiongkok pada Juli 2015 mencapai angka terbesar yaitu US$83,21 juta, disusul Amerika Serikat US$81,09 juta, dan India US$56,94 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,94 persen. Menurut kelompok negara tujuan ekspor, dari kawasan Asia lainnya merupakan yang terbesar dengan nilai US$267,20 juta (40,99 persen).
Sementara itu, nilai impor Sumut pada Juli 2015 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) mencapai US$253,35 juta, atau turun 20,78 persen dibandingkan Juni 2015 yang mencapai US$319,80 juta. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, nilai impor turun 35,03 persen. Produk yang mengalami penurunan nilai impor terbesar yaitu golongan berbagai produk kimia US$9,54 juta atau turun 63,20 persen, sedangkan golongan barang yang mengalami peningkatan nilai impor terbesar gandum-ganduman US$4,68 atau 73,68 persen.
Pada Juli, Singapura menjadi eksportir terbesar Sumut, mencapai US$63,23 juta dengan perannya mencapai 24,96 persen dari total impor Sumut, disusul Tiongkok US$49,87 juta 19,68 persen, dan Malaysia US$24,72 juta 9,76 persen. Nilai impor Juli 2015 dibanding impor bulan sebelumnya untuk barang modal menyusut 48,41 persen, barang konsumsi turun 39,38 persen, dan impor bahan baku penolong turun 2,86 persen (ti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.