Pemodelan Bacaan Tingkatkan Keterampilan Menulis Narasi Siswa SD

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Dosen Unimed Trisnawati Hutagalung, M.Pd dan guru SMP Al Azhar Maya Indah Sari, M.Pd memresentasikan hasil penelitian tindakan kelas tentang Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Strategi Questioning Siswa pada Konferensi Nasional Penelitian Tindakan Kelas di Jakarta, Selasa (8/9/2015)
Kolaborasoi Dosen- Guru : Dosen Unimed Trisnawati Hutagalung, M.Pd dan guru SMP Al Azhar Maya Indah Sari, M.Pd memresentasikan hasil penelitian tindakan kelas tentang Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Strategi Questioning Siswa pada Konferensi Nasional Penelitian Tindakan Kelas di Jakarta, Selasa (8/9/2015)

Jakarta, Jelasberita.com |Pemodelan bacaan yang diterapkan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) kolaborasi guru SD dan dosen LPTK, di kelas V SD Kalibanteng Kidul 01 Semarang, Jawa Tengah, berhasil meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis karangan narasi. Sebelumnya hanya 5% siswa yang terampil menulis karangan, setelah pelaksanaan PTK meningkat menjadi 77,5% siswa yang terampil dan mahir. Musrian SPd guru kelas V SD Kalibanteng Kidul 01 Semarang, Jawa Tengah, bersama Petra Kristi Mulyani MA, dosen Universitas Negeri Semarang (UNNES), mereka berhasil memecahkan masalah pembelajaran kesulitan siswa dalam menulis karangan narasi. Hasil penelitian tersebut dipaparkan pada Konferensi Nasional PTK yang diselenggarakan USAID PRIORITAS, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah penelitian praktis yang dilakukan guru atau praktisi pendidikan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas. Hasil pengamatan pra pelaksanaan PTK menunjukkan bahwa 40 siswa kelas V SD Kalibanteng Kidul 01 Semarang, Jawa Tengah mengalami kesulitan dalam menulis karangan narasi. Siswa mayoritas masih kesulitan membuat karangan yang panjang, sulit menuangkan ide dalam bentuk tulisan, kehabisan bahan, serta kesulitan dalam memilih kata dan menyusun kalimat.




Melihat masalah tersebut tersebut, Musrian dan Petra bekerja sama melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan siswa. Keterampilan menulis siswa diperlukan sejak pendidikan dasar, untuk menunjang keberhasilan pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia dan mata pelajaran lainnya.

Penelitian dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi dilakukan melalui kegiatan-kegiatan utama pemodelan bacaan yang terdiri dari pemberian model karangan oleh guru, siswa mengidentifikasi unsur-unsur karangan, pemodelan penulisan karangan oleh guru, dan siswa membuat karangan dan mereviu mandiri karangan narasi yang dibuatnya dengan berpandu dengan instrumen yang dibuat guru.

Penelitian dilakukan dalam dua siklus, dengan menetapkan indikator keberhasilan yaitu 70 % siswa dapat menulis karangan narasi minimal pada level terampil. Tindakan pada siklus pertama menghasilkan 37,5% siswa dapat menulis karangan narasi minimal pada level terampil. Tindakan pada siklus kedua menghasilkan 77,5% siswa dapat menulis karangan narasi minimal pada level terampil, dan 22,5 pada tahap berkembang. Dari hasil siklus dua ini dapat disimpulkan bahwa jika guru memberikan contoh yang nyata dan benar, siswa dapat memperoleh pemahaman dan keterampilan menulis karangan dengan baik dan memuaskan.

Program USAID Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students (USAID PRIORITAS) adalah program lima tahun yang didanai oleh United States Agency for International Development (USAID) dan didesain untuk meningkatkan akses pendidikan dasar yang berkualitas di Indonesia. USAID PRIORITAS adalah bagian dari program kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat. Program ini telah diterapkan di sembilan provinsi (Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua dan Papua Barat) (Dewa)




Leave a Reply

Your email address will not be published.