Lahan Garapan Pasar 8 Sampali Memanas

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Medan, Jelasberita.com | Kawasan lahan garapan pondok rowo, Eks HGU PTPN II, Desa Sampali, Pasar 8 Percut Sei Tuan, kembali memakan korban. Dua kubu yang diduga dari OKP dan kelompok petani terlibat bentrok pada Kamis (10/9) sore.




Akibatnya, salah seorang petani yang bernama, Robert Sianipar (40) warga Desa Medan Estate, mengalami luka bacokan parang di bagian bahu kiri dan luka hantaman benda tumpul di bagian mulut. Sedangkan temannya M Yusuf (35) yang juga tetangganya mengalami luka memar di kaki kiri dan lengan kirinya, lantaran dipukuli sekelompok orang yang menyerang merekaa dengan menggunakan balok dan kayu.




M Yusuf yang datang melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Percut Seituan, mengatakan, ada beberapa pelaku penyerangan yang dikenalinya berinisial, AO (35) warga Tanah garapan Pasar 8 sampali, DM (45) warga Pasar 12, Gang Karto, Desa Laut Dendang, NT (47) warga Tanah garapan Pasar 8 Sampali, serta Galinging (35) warga Jalan Tuamang Pancing, Medan Tembung.

“Rame mereka yang datang menyerang kami, ada sekitar 10 orang. Tapi, mereka sajalah yang saya kenal,” kata M Yusuf, di Mapolsek Percut Seituan.

Kejadian penyerangan tersebut berlangsung ketika itu, M.Yusuf dan Robert, hendak berladang di lahan garapan Simpang Pasar 8 tersebut. Tiba-tiba, AO yang dikomandoi oleh DL, Nano Teplok dan Galinging mendatangi kedua korban di lahan tersebut. Tanpa basa-basi, para pelaku mengusir dan menganiaya kedua korban.




“Kami memang petani disitu, rencananya mau memanan dan berlahan seperti biasa disitu. Jadi mereka datang mau ngusir, kami bertahan, dan melawan, makanya kami dipukuli pakai balok kayu dan teman saya dibacok. Sebelumnya mereka ada minta bagian dari lahan yang kami garap itu,” beber M Yusuf.

Sekitar setengah jam melapor, temannya Robert yang juga menjadi korban juga datang ke Mapolsek Percut Seituan, guna melaporkan penganiayaan yang menimpanya. Saat dikonfirmasi penganiayaan yang menimpanya, Robet terlihat enggan berkomentar banyak, karena dilarang sebagian teman-temannya yang turut datang menemaninya membuat laporan.

“Yang dibacok hanya bahu saya ini. Mulut saya luka parah karena dipukuli mereka (pelaku) secara beramai-ramai. Sudah dulu ya, Bang,” kata Robert sembari berlalu meninggalkan para wartawan.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Rudi Silaen saat kita konfirmasi membenarkan adanya laporan penganiayaan korban. “Masalah lahan garapan, biasanya itu ada bentrok. Sebelumnya, sudah kami ingatkan juga mereka para penggarap, makanya nanti kita akan periksa para korban untuk dimintai keterangan,” ungkap Rudi. (Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.