NTP Sumut Turun 0,29% Agustus

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Medan, Jelasberita.com | Nilai tukar petani (NTP) Sumatera Utara (Sumut) pada Agustus 2015 tercatat 97,26 persen, turun  0,29 persen dibandingkan Juli. Hal ini dipengaruhi penurunan kontribusi subsektor hortikultura 0,89 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat 1,88 persen, dan subsektor perikanan 0,16 persen, sementara subsektor tanaman pangan (padi dan palawija) naik 0,79 persen dan subsektor peternakan naik 1,26 persen, ungkap data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, baru-baru ini.

Dari 10 provinsi di Pulau Sumatera, Lampung menjadi provinsi yang mengalami kenaikan NTP tertinggi, naik 0,27 persen. Sebaliknya, Riau muncul sebagai provinsi dengan penurunan NTP terbesar 2,00 persen. Dari 33 provinsi di Indonesia, 12 provinsi mengalami kenaikan dan 21 provinsi mengalami penurunan. Kenaikan tertinggi di Jawa Timur 1,22 persen. Sebaliknya, penurunan terbesar di Riau 2,00 persen.




Pada Agustus, deflasi di desa Sumut mencapai 0,01 persen dipicu penurunan indeks pada 3 kelompok konsumsi rumah tangga yaitu indeks kelompok bahan makanan 0,07 persen, indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,06 persen, dan indeks kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,14 persen, sedangkan indeks kelompok perumahan naik 0,26 persen, indeks kelompok sandang naik 0,09 persen, indeks kelompok kesehatan naik 0,10 persen, dan indeks kelompok transportasi dan komunikasi naik 0,02 persen.

Secara nasional, inflasi pedesaan mencapai 0,47 persen. Dari 33 provinsi yang dihitung indeks konsumsi rumah tangga (IKRT)-nya, 27 provinsi mengalami kenaikan inflasi dan 6 provinsi mengalami penurunan inflasi. Inflasi pedesaan tertinggi di Gorontalo 1,23 persen, sedangkan inflasi terendah di Nusa Tenggara Barat 0,57 persen. (ti)




Leave a Reply

Your email address will not be published.