Belajar Berinvestasi Saham dari Warren Buffet

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




warren-buffet1Jelasberita.com | Nama Warren Edward Buffet sudah menjadi ikon di pasar modal dunia sejak lama. Ia adalah sosok investor yang dianggap paling berhasil dalam berinvestasi saham. Buku-buku mengenai investasi ala Warren Buffet banyak ditulis dan menjadi inspirasi banyak investor saham. Warren Buffet memadukan keterampilannya dalam melakukan analisis dan memilih saham-saham yang prospektif.

Investor kelahiran Omaha, Amerika Serikat, 30 Agustus 1930, ini memulai kiprahnya sebagai investor saham saat ia masih berumur 25 tahun. Menariknya, di awal kiprahnya ia tidak berinvestasi pada banyak saham, tetapi memilih untuk berinvestasi hanya pada satu saham yang ia kenal betul industrinya.




Pada tahun 1988, Buffet membeli saham milik Coca-Cola. Menurut analisanya, sektor makanan dan minuman akan terus dicari dan terbukti saham Coca-Cola terus meningkat harganya.

Warren Buffet selalu berpikir untuk berinvestasi dalam jangka panjang. Untuk itu ia selalu mempertimbangkan kinerja dan prospek jangka panjang perusahaan yang sahamnya dia beli.  Pada tahun 1998-1999, perusahaan Coca-Cola sempat jatuh saat krisis, namun ia tetap mempertahankannya sampai saat ini.

Warren Buffet pernah mengatakan bahwa ia suka dengan investasi jangka waktu yang panjang. Selama berpuluh-puluh tahun. Bahkan ada filosofi investasi yang menarik dari dia. “Berinvestasilah untuk sepuluh tahun ke depan, bukan sepuluh menit ke depan,” ujarnya.

Investor pemilik perusahaan investasi Berkshire Hathaway ini tak pernah memusingkan fluktuasi harga saham, atau kenaikan dan penurunan harga saham. Dia hanya berpatokan pada kinerja fundamental perusahaan. Kalau dia meyakini kinerja perusahaan bagus, maka dia tidak akan repot menjual saham yang dimilikinya ketika harganya turun. Karena ia meyakini suatu saat harganya akan kembali naik. Dan terbukti pilihan sahamnya selalu tepat, yakni memberikan performa kenaikan dalam jangka panjang.




Warren Buffet hanya memilih saham perusahaan yang dia pahami industrinya dan ia selalu mempelajari dengan teliti mengenai perusahaan yang ingin dia beli sahamnya atau yang sudah ia miliki. Ia memegang prinsip “membeli bisnis” dan bukannya “membeli saham”. Jika Warren Buffet tidak mengenali perusahaan dan bisnis tersebut, maka ia tidak akan pernah menanamkan uangnya di sana. Ia juga selalu berusaha mencari perusahaan yang memiliki keunggulan tertentu dan bisa dibedakan dengan kompetitor yang lainnya.

Ia banyak belajar mengenai investasi saham dari banyak buku, salah satu buku favoritnya adalah The Intelligent Investor yang ditulis oleh Ben Graham.

Warren Buffet pernah berada di posisi pertama orang terkaya di dunia pada tahun 2010.  Kekayaannya di tahun tersebut, seperti ditulis majalah Forbes, mencapai US$62 miliar. Sementara pada tahun 2013 berdasarkan publikasi majalah yang sama, Buffet berada di peringkat ke-4 orang terkaya di dunia, dengan nilai kekayaan sebesar US$53,5 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.