Mahasiswa LP3I Bogor Duel Sama Begal

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




korban begalMedan, Jelasberita.com | Nyawa Rahmad Wajir Lamsyah Siregar (22) hampir melayang sewaktu pisau panjang menancap dua kali di punggungnya. Walau tau sepeda motornya bakal dirampok dua begal bersenjata tajam, Mahasiswa LP3I Bogor itu nekad berduel.

Sayangnya, warga Jalan M. Yakub/Jalan Gurila, Kelurahan Sei Kera Hilir 1, Medan Perjuangan iniroboh setelah dihujamkan pisau oleh pelaku. Akibatnya, korban berlumuran darah dan dilarikan ke rumah sakit Haji Medan, pada Minggu (30/8) sekira jam 01.30 dini hari.







Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Senin (31/8) menyebutkan, aksi perampokan itu menimpa korban ketika melintas di Simpang Jalan Sejati, Medan Tembung, dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat plat BM 4610 OK warna Orange Hitam.

Ketika itu, Mahasiswa Smester 3 ini, hendak menuju ke rumah keluarganya di Desa Namurambe, Deli Serdang, guna berpamitan untuk berangkat esoknya ke kota Bogor, usai menikmati liburan di Medan.

Namun, petaka terjadi ketika ia melintas di Simpang Sejati. Sepeda motor korban, dicegat lalu ditendang dua orang pria yang berboncengan mengendarai sepeda motor jenis Suzuki Satria FU. Saat kendaraannya masih melaju, Wajir beberapa kali ditendang pelaku namun tak jatuh. Korban pun melaju lebih kencang.

“Saya mau ke rumah saudara di Namurambe. Dari rumah saya berangkat, itu pun naik kereta pinjaman. Dari Jalan Pancing, saya lurus melewati Simpang 4 Aksara. Persis dipersimpangan Jalan Sejati, saya dikejar lalu dipepet pelaku dengan menendang kereta saya. Tapi, sekali tendang itu, saya gak jatuh,” kata Wajir, yang ditemui di Polsek Percut Seituan, guna membuat laporan resmi.




Tak mau buruannya lepas, pelaku yang berjumlah dua orang, kembali mengejar korban. Beberapa meter dari situ, sepeda motor bagian belakang korban kembali ditendang dengan kuat. Bruaakk, korban tersungkur ke aspal jalan.

Dengan cepat, korban mengambil kunci kontak sepeda motornya dan membuang jauh. Disaat bersamaan, salah satu pelaku mencoba mengambil sepeda motor korban. Korban berusaha menghalanginya. Karena melawan, pelaku memukulnya. Korban membalas meninju bahagian pipi kiri pelaku. Hingga ke duanya saling serang dengan tangan kosong.

Ketika pukul-pukulan terjadi, pelaku mengambil pisau dari balik pinggangnya dan menghujamkan ke arah korban. Tikaman pertama ke arah bahu kanan korban dapat ditangkis. Keduanya kembali bergelut hingga korban roboh setelah 2 kali pisau menancap di punggungnya.

“Cuma satu yang ku kenali ciri-cirnya. Itupun yang berantam denganku. Dia (pelaku) pakai topi, kurus tinggi. Dia dulu yang memukul wajahku. Baru ku balas dan kami saling pukul. Kemudian, dikeluarkannya pisau dan ditikamnya bahu dekat leherku, aku tangkis dengan memegang tangannya. Tapi, lepas dan dihantamnya perutku. Kufikir perutku yang jebol, rupahnya punggungku ini, ditikamnya dua kali,” ungkap Wajir lagi, sambil memperlihatkan bekas luka tusukan. (Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.