USAID PRIORITAS Rencanakan Pendampingan PKB

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Service Provider (SP) berkumpul untuk merencanakan pendampingan PKB. USAID PRIORITAS membantu 15 daerah di Sumut mengimplementasikan PKB.
Service Provider (SP) berkumpul untuk merencanakan pendampingan PKB. USAID PRIORITAS membantu 15 daerah di Sumut mengimplementasikan PKB.

Medan, Jelasberita.com | Pemerintah Indonesia telah mencanangkan aturan terkait program (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) PKB yang harus diikuti setiap guru. Setiap guru diwajibkan setidaknya dalam satu kali setahun mengikuti program PKB. Namun faktanya, masih banyak guru yang belum pernah menyentuh program PKB dan ada guru yang sudah menerima program PKB lebih dari satu kali. Berdasarkan fakta tersebut, USAID PRIORITAS membentuk tim guna mempersiapkan pendampingan ke daerah dalam rangka persiapan pelaksanaan program PKB

Reinhard Gultom sekalu service provider (SP) PKB, mengatakan USAID PRIORITAS akan mendukung 15 daerah di Sumut untuk mengimplementasikan PKB. Dukungan itu diwujudlkan melalui proses pendampingan yang akan dimulai 8 September 2015. “USAID PRIORITAS siap menjadi fasilitator bagi daerah untuk mendampingi daerah dalam merancang dan melaksanakan program PKB dengan membentuk tim. Bentuk keseriusan tim tersebut terlihat dari pelaksanaan rapat yang dibuat selama 2 hari,” tambah Reindhard Gultom di Medan, Senin (31/8)




Lebih lanjut Reinhard mengatakan, pada hari pertama mereka akan membahas data jumlah guru dan hari kedua membahas data pembiayaan dari daerah. Tim juga berhasil menciptakan aplikasi atau software yang dapat digunakan untuk menemukan jumlah guru yang belum dan sudah menyentuh program PKB dengan jelas dan juga dapat menghitung dengan rinci berapa pembiayaan yang harus dikeluarkan daerah. “Dari aplikasi tersebut, atau bisa dibilang software ya, jadi bakal jelas nanti pendataan guru yang belum pernah sama sekali mengikuti PKB siapa aja dan dana yang diminta ke daerah juga jelas, itu bisa dipertanggungjawabkan juga apabila ditanya nantinya ”, ujar Reinhard Gultom,.

Sedangkan Spesialis Tata Kelola dan Manajemen USAID PRIORITAS Dr. Irsan Rangkuti mengatakan, penggunaan aplikasi tersebut juga akan diterapkan oleh daerah untuk melengkapi data-data yang diperlukan dalam pelaksanaan PKB. Aplikasi tersebut tidak hanya berguna untuk daerah tapi juga untuk tim bentukan USAID PRIORITAS. “Harapannya dengan rapat dan juga aplikasi yang sudah tersedia, para service provider nantinya juga semakin percaya diri dalam pendampingan ke daerah,” ujar Irsan Rangkuti (Dewa)




Leave a Reply

Your email address will not be published.