1000 Siswa Menerima Manfaat Pelatihan Praktik Pembelajaran

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Pelajar SMP Tebing Tinggi menikmati proses pembelajaran aktif yang diselenggarakan dalam rangka praktik mengajar.
Pelajar SMP Tebing Tinggi menikmati proses pembelajaran aktif yang diselenggarakan dalam rangka praktik mengajar.

Pematangsiantar, Jelasberita.com | Sebanyak 1225 siswa dan 35 guru menerima manfaat dari Pelatihan Praktik Pembelajaran dan Manajemen yang Baik Tingkat SMP/MTs Modul 3 Propinsi Sumatera Utara yang diadakan oleh USAID PRIORITAS Sumatera Utara (21-29 Agustus) di Hotel Horison, Pematang Siantar.

Pelatihan ini merupakan pelatihan lanjutan dari pelatihan modul 1 dan 2. 108 peserta pelatihan yang terdiri dari fasilitator daerah USAID PRIORITAS dari 10 kabupaten/kota, perwakilan Diknas Provinsi, LPMP Unimed dan UINSU, dan perwakilan Kemenag Sumut menjadi peserta pelatihan.




Yusriwiati Yose, Teacher Training Officer (TTO) Junior Seconday School USAID PRIORITAS Sumut mengatakan bahwa walaupun sudah pernah dilatih di pelatihan sebelumnya (modul 1 dan 2), peserta pelatihan saat implementasi di kelas tetap sangat antusias seperti saat pertama kali diperkenalkan pengajaran praktik yang baik.

Pelatihan yang dilakukan oleh USAID PRIORITAS selalu ada real pitching. Itu yang khas dari USAID PRIORITAS. Dari praktek mengajar yang dilakukan yang menerima manfaat tidak hanya para peserta pelatihan tapi juga lebih dari 1000 siswa dan 30 guru di sekolah tujuan praktik mengajar. “Dari jurnal refleksi siswa tampak mereka sangat senang karena tidak selalu mereka mendapatkan metode pembelajaran seperti yang dilakukan USAID PRIORITAS,” kata Yusriwiati.

“Kemarin saat saya praktek ke sekolah, anak-anak kami ajak keluar kelas dan mengeksplorasi sekolah untuk melakukan observasi. Mereka sangat senang,” kata Dra. Rosmaini, MPd, salah satu peserta pelatihan yang adalah Dosen Bahasa Indonesia dari Universitas Negeri Medan (UNIMED).

Ia sangat merasakan manfaat dari tiap pelatihan yang diadakan USAID PRIORITAS. “USAID PRIORITAS mengajarkan guru untuk lebih banyak berbuat ketimbang berbicara di depan kelas,” katanya.




Apa yang diajarkan USAID PRIORITAS di tiap pelatihannya, seperti modul 3 yang menutup pelatihan sebelumnya karena dilengkapi dengan protofolio, monitoring, dan pendampingan, dapat diterapkan pada kurikulum apapun. “Tidak masalah dengan kurikulum berapapun karena yang diajarkan USAID PRIORITAS adalah tentang pembelajaran yang kontesksual dan berpusat pada siswa bukan guru,” kata Rosmaini.

Dermiana Yusmawati Purba, peserta pelatihan lainnya yang adalah guru mata pelajaran IPA di SMPN 1 Bilah Hilir, Labuhan Batu mengatakan bahwa pelatihan modul 3 ini dituntut meningkatkan kompetensinya dan punya keterampilan informasi agar siswa bisa menulis laporan panjang dan terstruktur. Karena itu tindak lanjut dari pelatihan ini ia merencanakan mengajak siswa banyak membaca dan memfasilitasi siswa agar bisa membuat laporan. “Seperti harapan USAID PRIORITAS,” katanya.

“Harusnya semua sekolah melakukan pembelajaran seperti yang kami lakukan di pelatihan ini. Siswa sangat menerima manfaatnya. Dan harapan saya semua guru yang belum mendapat pelatihan seperti ini juga mendapatkan kesempatan yang sama,” harap Rosmaini lagi (Dewa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.